Loading...

Ukir Prestasi !!! Mahasiswi UIN Surakarta Juara 1 Kompetisi Bahasa Tingkat Perguruan Tinggi

25 Mei 2026 17:44 WIB 30
Baca

UIN SURAKARTA - Prestasi mahasiswa kembali mengharumkan nama UIN Surakarta di tingkat nasional. Kali ini, pencapaian membanggakan hadir melalui Fauziyah Shafa Maghfiroh. Ia merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Prestasi tersebut membuktikan bahwa ruang berkarya tidak dibatasi oleh disiplin ilmu. Selain itu, capaian ini memperlihatkan komitmen UIN Surakarta dalam mendorong mahasiswa mengembangkan potensi secara menyeluruh. Oleh karena itu, keberhasilan ini layak menjadi inspirasi bagi generasi muda. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pencapaian akademik. Fauziyah berhasil meraih Juara 1 Lomba Sesorah Nasional. Kompetisi itu berlangsung pada Senin, (25/05/2026). Lomba diselenggarakan oleh UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Cabang yang diikuti adalah Hatur Pambagyaharja "Pahargyan Mantu". Peserta berasal dari kalangan pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa seluruh Indonesia. Keberhasilan tersebut disambut bangga oleh sivitas akademika. Prestasi itu juga diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkembang.

Keberhasilan Fauziyah menunjukkan bahwa keberanian mencoba hal baru dapat menghasilkan prestasi membanggakan. Meskipun menempuh Pendidikan Bahasa Arab, ia memilih mengikuti lomba seni pidato Jawa. Keputusan tersebut diambil untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang utama. Selain itu, ia melihat seni sesorah semakin jarang diminati generasi muda. Karena itu, kesempatan tersebut dimanfaatkan sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya daerah. "Saya ingin menantang diri untuk mengeksplorasi potensi di luar bidang akademik utama. Saya juga melihat seni sesorah mulai jarang diminati generasi muda. Lomba ini menjadi momentum untuk ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah," ujar Fauziyah.

Gambar : Fauziyah Shafa Maghfiroh saat Menerima Penghargaan

Pandangan tersebut mencerminkan semangat belajar tanpa batas. Dengan demikian, mahasiswa didorong untuk berani keluar dari zona nyaman. Langkah itu sekaligus memperkuat karakter mahasiswa yang adaptif. Di sisi lain, pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kompetisi yang positif. Semangat tersebut terus didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif.

Perjalanan Fauziyah tidak terlepas dari dukungan keluarga. Ketertarikannya terhadap seni sesorah berawal dari sosok ayahnya. Sang ayah memiliki keahlian dalam hatur pambagyaharja. Sejak kecil, Fauziyah terbiasa menyaksikan penyampaian sambutan adat Jawa. Dari pengalaman itulah minatnya mulai tumbuh. Selama persiapan lomba, ayahnya berperan sebagai mentor. Arahan dan evaluasi diberikan secara rutin. Teknik penyampaian sambutan terus diperbaiki. Struktur bahasa Jawa juga dipelajari dengan sungguh-sungguh. Proses latihan dilakukan secara konsisten. Berkat kerja keras tersebut, penampilan terbaik akhirnya dapat ditunjukkan.vPersiapan yang matang juga telah dilakukan melalui latihan intensif. Setiap materi dievaluasi agar sesuai dengan kaidah bahasa Jawa. Kemampuan berbicara juga terus diasah sebelum kompetisi berlangsung. Hasilnya, penampilan Fauziyah mampu memikat dewan juri.

Prestasi Fauziyah membawa pesan penting bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, jurusan kuliah tidak boleh menjadi batas untuk berprestasi. Sebaliknya, setiap mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan bakat yang dimiliki. Oleh sebab itu, keberanian mencoba menjadi langkah awal menuju keberhasilan. Dengan demikian, setiap prestasi mahasiswa menjadi bagian dari kontribusi nyata kepada masyarakat. Akhirnya, keberhasilan Fauziyah menjadi pengingat bahwa inovasi, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya mampu berjalan beriringan untuk membawa nama baik UIN Surakarta di tingkat nasional. (Editor : Isa/Gus/Humas, Foto : Istimewa)