Loading...

Mahasiswa UIN Surakarta Lolos Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS KPK

15 Juli 2026 07:07 WIB 127
Baca

Gambar: Foto Achmad Faiq Ramadhan, Mahasiswa Fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, (Rabu, 15/07/2026)

UIN SURAKARTA- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Mahasiswa Fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Achmad Faiq Ramadhan, berhasil lolos sebagai peserta Bootcamp Antikorupsi Nasional Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program tingkat nasional tersebut akan dilaksanakan pada 20–24 Juli 2026 di Jakarta dan Bandung.

Keberhasilan Achmad Faiq menjadi capaian yang membanggakan karena diraih melalui proses seleksi panjang, ketat, dan kompetitif dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak pendaftaran dibuka pada 12 Mei 2026, ribuan peserta turut mengikuti seleksi. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, advokat, pegawai instansi pemerintah dan swasta, pegiat komunitas, aktivis organisasi, hingga profesional muda yang memiliki kepedulian terhadap penguatan budaya integritas dan pemberantasan korupsi.

Proses seleksi tidak hanya mengukur kemampuan akademik peserta, tetapi juga menilai rekam jejak, pengalaman organisasi, kepemimpinan, kreativitas, serta komitmen terhadap nilai-nilai integritas. Setiap peserta diwajibkan menyusun Curriculum Vitae, melampirkan portofolio aksi integritas selama tiga tahun terakhir, serta membuat Rencana Aksi Integritas yang orisinal, inovatif, realistis, dan berkelanjutan.

Rencana aksi tersebut harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan integritas yang terjadi di lingkungan kampus, organisasi, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para peserta juga mengikuti sejumlah tahapan lanjutan, mulai dari wawancara, pembekalan intensif, hingga presentasi rencana aksi di hadapan tim penilai KPK. Dari ribuan pendaftar, proses seleksi menyisakan 100 peserta terbaik. Setelah melalui penilaian akhir yang ketat, hanya 50 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS KPK Tahun 2026. Achmad Faiq Ramadhan menjadi salah satu peserta terpilih yang berhasil melewati seluruh tahapan tersebut.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Surakarta mampu bersaing pada tingkat nasional, tidak hanya melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui rekam jejak, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap nilai-nilai integritas. Bagi Achmad Faiq Ramadhan, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Kesempatan mengikuti Bootcamp SINTESIS KPK merupakan amanah untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mengembangkan gerakan dan aksi nyata dalam membangun budaya antikorupsi.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta akan memperoleh pembekalan mengenai nilai-nilai integritas, pencegahan korupsi, kepemimpinan, strategi gerakan sosial, penguatan jejaring, serta penyusunan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bootcamp ini juga menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan strategi dalam menghadapi persoalan korupsi. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami persoalan korupsi secara teoritis, tetapi juga berani menghadirkan solusi dan tindakan konkret.

Keberhasilan Achmad Faiq Ramadhan semakin memperkuat catatan prestasi mahasiswa UIN Surakarta dalam berbagai kegiatan nasional. Prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil, berkompetisi, dan menunjukkan kualitas di tingkat nasional. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar berani mengambil peluang, mengikuti berbagai kompetisi, memperluas jejaring, serta mengembangkan potensi diri. Prestasi tidak hanya lahir dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari konsistensi, keberanian menghadapi tantangan, disiplin, kerja keras, dan komitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Keberhasilan Achmad Faiq juga menunjukkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam gerakan antikorupsi. Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, kekuatan moral, dan calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, keberanian mahasiswa untuk terlibat dalam program pendidikan dan pencegahan korupsi perlu terus didukung. Prestasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Dr. Mustain Nasoha, Ketua Pusat Kajian Demokrasi dan Antikorupsi UIN Surakarta. Menurutnya, keberhasilan Achmad Faiq merupakan prestasi yang membanggakan bagi mahasiswa, Fakultas Syariah, dan UIN Surakarta.  “Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Saudara Achmad Faiq Ramadhan atas keberhasilannya lolos sebagai peserta Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS KPK Tahun 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Surakarta memiliki kapasitas, kepemimpinan, rekam jejak, dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai integritas,” ujarnya.

Ia berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti bootcamp dapat dikembangkan menjadi aksi nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat. “Kami berharap Saudara Achmad Faiq tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak dan teladan integritas bagi mahasiswa lainnya. Rencana aksi yang telah disusun hendaknya dapat diterapkan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tambahnya. Menurut Dr. Mustain Nasoha, prestasi tersebut juga sejalan dengan komitmen UIN Surakarta untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan, pencegahan, kajian, dan penguatan budaya antikorupsi.

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, UIN Surakarta berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, keberanian moral, tanggung jawab, serta integritas yang kuat. Melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan mahasiswa, dan penguatan pusat-pusat kajian, UIN Surakarta terus berupaya menjadi bagian dari garda terdepan gerakan antikorupsi di Indonesia.

Namun demikian, capaian utama tetap terletak pada keberhasilan Achmad Faiq Ramadhan dalam melewati proses seleksi nasional yang panjang dan kompetitif. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, rekam jejak, dan keberanian mengambil tantangan dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas. Achmad Faiq Ramadhan diharapkan mampu membawa nama baik UIN Surakarta, sekaligus menghadirkan gagasan dan gerakan integritas yang memberikan manfaat nyata bagi kampus, masyarakat, bangsa, dan negara. (Rabu, 15/07/2026). (Editor: Nug/Humas) Foto: Nug/Achmad Faiq/Humas