Loading...

UIN Surakarta Perkuat Transformasi Akademik dan Reputasi Global Lewat Kebijakan Anggaran 2027

23 Juni 2026 16:23 WIB 16
Baca

UIN Surakarta - UIN Surakarta Kementerian Agama RI (Kemenag) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Pembagian Pagu Sementara dan Kebijakan Program dan Anggaran Tahun 2027 yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Ruang Sidang Utama atau Ruang Senat, Gedung Rektorat Lantai 1. Acara dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan unit kerja, serta para pemangku kepentingan internal kampus.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto. Turut mendampingi jajaran pimpinan universitas, yaitu Prof. Dr. H. Zainul Abas, Dr. Raden Lukman Fauroni, dan Dr. Abd. Faishol. Selain itu, Kepala Biro AUPK, Dr. H. Musta'in Ahmad, turut memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, semangat kolaborasi dan optimisme masa depan kampus terus dibangun. Oleh karena itu, seluruh unit didorong untuk menyusun program secara terukur dan berdampak.

Pada forum tersebut, Rektor menyampaikan sebelas rekomendasi strategis sebagai landasan penyusunan program dan anggaran tahun 2027. Rekomendasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi UIN Surakarta dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi global.

Pertama, integrasi ilmu perlu diperkuat secara berkelanjutan. Selanjutnya, substansi dan nomenklatur program studi perlu dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan masa depan. Kemudian, kolaborasi antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Perguruan Tinggi Umum perlu diperluas. Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri juga harus terus ditingkatkan. Di samping itu, akselerasi program pembelajaran perlu disusun secara sistematis. Evaluasi daya saing lulusan dan kelembagaan juga perlu dilakukan secara berkala. Berikutnya, kapasitas dosen harus diperkuat melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Pengembangan sistem pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat secara terintegrasi juga menjadi perhatian utama. Tidak hanya itu, pemetaan posisi PTKIN dalam konteks kemajuan pendidikan nasional perlu dilakukan. Posisi ma’had al-jami’ah juga direkomendasikan untuk semakin diperkuat. Sementara itu, perumusan epistemologi dan body of knowledge keilmuan PTKIN terus didorong. Pada saat yang sama, akses serta jejaring internasional harus semakin diperluas. Seluruh kebijakan yang disampaikan berlandaskan agenda besar transformasi institusi. Fokus pengembangannya mencakup transformasi akademik unggul dengan standar internasional. Selain itu, tata kelola unggul berbasis kinerja BLU terus diperkuat. Penguatan reputasi global dan internasionalisasi juga menjadi prioritas utama. Pengembangan SDM unggul melalui talent management dan profesorsasi akan terus dilakukan. Selanjutnya, hilirisasi riset, inovasi, dan pencapaian SDGs akan dipercepat. Pada sisi kemahasiswaan, penguatan employability dan kewirausahaan menjadi agenda penting. Transformasi digital serta pengembangan smart campus juga akan terus dilaksanakan. Di sisi lain, penguatan moderasi beragama, karakter, dan keunggulan institusi tetap menjadi fondasi utama. Melalui kebijakan tersebut, arah pembangunan kampus diharapkan semakin terukur. Sementara itu, berbagai masukan strategis disampaikan kepada peserta agar program yang dirancang memiliki dampak nyata. Berbagai kebijakan tersebut juga diharapkan dapat diimplementasikan secara efektif pada setiap unit kerja.

Melalui forum ini, komitmen transformasi UIN Surakarta semakin ditegaskan. Dengan demikian, langkah menuju kampus bereputasi global, adaptif, dan berdaya saing tinggi dapat diwujudkan secara berkelanjutan. Beberapa rekomendasi strategis juga telah disampaikan dan akan ditindaklanjuti oleh seluruh unit kerja sebagai dasar penyusunan program tahun 2027.