UIN SURAKARTA - Kampus terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan berlangsung pada Rabu (22/07/2026). Acara diselenggarakan oleh Satuan Pengawas Internal (SPI). The Sunan Hotel Solo menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. FGD menghadirkan akademisi dan praktisi tata kelola sektor publik, Taufik Kurrohman, S.E., M.SA., Ph.D., Ak., CA., QIA., AAPB., CSRS., CSRA., CRMP., CIISA dari Universitas Jember. Kehadirannya memberikan perspektif strategis mengenai penguatan tata kelola BLU. Selain itu, peserta memperoleh wawasan praktis dalam mengelola risiko kelembagaan. UIN Surakarta memandang forum ini sebagai langkah penting menuju penguatan budaya organisasi yang adaptif. FGD mengangkat tema "Navigasi Tata Kelola BLU: Strategi, Tips dan Trik Mitigasi Risiko Guna Mewujudkan Good University Governance." Tema tersebut dipilih sebagai respons atas tantangan pengelolaan BLU yang semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap unit didorong memahami pentingnya tata kelola modern.
Menurut Taufik Kurrohman, perubahan paradigma BLU harus dilakukan secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa banyak organisasi masih menghadapi persoalan mendasar. Permasalahan tersebut berupa lemahnya arsitektur tata kelola. Selain itu, pemahaman mengenai mitigasi risiko juga masih perlu diperkuat. "Paradigma BLU harus berevolusi. Tata kelola tidak cukup hanya memenuhi administrasi. BLU harus mengedepankan nilai, kelincahan, dan mitigasi risiko yang terintegrasi," ujar Taufik Kurrohman. Selanjutnya, ia menekankan pentingnya penerapan Agile BLU Governance. Pendekatan tersebut mengedepankan prinsip New Public Management dan Value for Money. Di sisi lain, pengelolaan berbasis Outcome Based Management juga harus diperkuat. Transformasi digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) Sustainability Governance juga dinilai semakin penting. Diskusi berlangsung secara interaktif. Berbagai pengalaman lapangan turut dibahas bersama peserta.

Gambar : Foto Taufik Kurrohman Penyampaian Materi Perkuat Tata Kelola BLU melalui Mtigiasi Resiko
Dengan demikian, setiap unit memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan pengelolaan BLU. Materi yang disampaikan juga mengulas kesalahan yang sering terjadi. Salah satunya adalah belum tersusunnya arsitektur tata kelola secara menyeluruh. Akibatnya, pengelolaan risiko belum berjalan optimal. Kondisi tersebut perlu segera diperbaiki. Karena itu, tata kelola harus dibangun secara sistematis. Dalam forum tersebut, strategi mitigasi risiko dipaparkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan. Setiap kebijakan diharapkan memiliki dasar analisis risiko yang jelas. Proses pengendalian internal juga harus diperkuat. Dengan begitu, kualitas layanan publik akan semakin meningkat. Materi yang dipresentasikan turut memperlihatkan bahwa tata kelola modern tidak hanya berorientasi pada kepatuhan. Sebaliknya, tata kelola harus mampu menciptakan nilai tambah bagi organisasi. Pendekatan tersebut diyakini akan memperkuat daya saing perguruan tinggi.
Melalui FGD ini, SPI mendorong penguatan sinergi antar unit kerja. Seluruh peserta diajak memahami bahwa mitigasi risiko merupakan tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, kolaborasi menjadi faktor utama dalam keberhasilan tata kelola. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh unsur pengelola BLU. Berbagai rekomendasi strategis berhasil dihimpun. Hasil diskusi akan menjadi bahan evaluasi kelembagaan. Selanjutnya, rekomendasi tersebut akan diimplementasikan secara bertahap. Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan internal. Tata kelola yang baik juga akan terus dikembangkan. Proses transformasi kelembagaan akan didukung melalui penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko yang berkelanjutan. Dengan demikian, prinsip Good University Governance semakin terwujud di UIN Surakarta. Melalui forum ini, UIN Surakarta menegaskan kesiapannya menghadapi dinamika pengelolaan BLU yang terus berkembang. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi institusi. Pada akhirnya, tata kelola yang adaptif akan menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Editor: Isa/Humas) Foto: Gus/Isa/Humas
#uinsurakarta #kampusunggulinovatif #UinsaidUnggul #AyoKuliahdiUINSAID
UIN Surakarta Raih Peringkat Tujuh PTKIN dengan Jurnal Scopus Terbanyak
11 jam yang lalu - UmumTerbitkan Antologi Esai Dakwah, Mahasiswa UIN Surakarta Tak Berhenti Berkarya
13 jam yang lalu - Umum