Loading...

Terbitkan Antologi Esai Dakwah, Mahasiswa UIN Surakarta Tak Berhenti Berkarya

22 Juli 2026 11:28 WIB 66
Baca

UIN SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) tidak berhenti untuk terus menghasilkan karya dan prestasi. Tidak hanya di bidang akademik dan olahraga, mahasiswa UIN Surakarta juga ikut melahirkan karya tulis yang bermanfaat untuk masyarakat. Kali ini, buah karya tersebut lahir dari mahasiswa yang juga menjadi mahasantri di Ma’had al-Jami’ah Ronggowarsito UIN Surakarta. Buah karya yang ditelurkan berupa antologi esai dengan judul Dunia Tanpa Batas, Agama sebagai Kompas: Suara Jernihi di Tengah Bisingnya Era Digital.

Antologi esai dakwah ini merupakan salah satu output dari pembelajaran literasi digital mahasantri Ma’had al-Jami’ah Ronggowarsito UIN Surakarta. Buku ini dibagi menjadi empat bagian. Pada bagian pertama yang berjudul “Jiwa-Jiwa yang Gaduh”, para mahasantri menyoroti pertarungan mental Gen Z melawan kecemasan (overthinking) akibat paparan highlight kehidupan orang lain di media sosial.

Lalu, pada bagian kedua, para mahasantri mengangkat tema “Syahadat Digital”. Bagian ini membahas tentang algoritma yang mendikte perilaku manusia dan pentingnya etika digital. Adapun bagian ketiga dan keempat masing-masing diberi judul “Suara dari Kampus” dan “Kompas Kehidupan”. Bagian “Suara dari Kampus” berisi kritik sosial yang berani dari mahasantri terkait hilangnya ruang aman pada diri mereka. Adapun pada bagian terakhir atau bagian “Kompas Kehidupan”, para mahasantri berupaya memberikan tawaran solusi kultural yang menegaskan bahwa pesantren kini bisa melek masa depan.

Editor antologi Dunia Tanpa Batas, Agama sebagai Kompas: Suara Jernihi di Tengah Bisingnya Era Digital, Farkhan Fuady, menyampaikan bahwa buku ini lahir dari keresahan para mahasantri tentang kehidupan digital yang menjadi tantangan bagi Gen Z saat ini.

“Buku ini lahir dari kegelisahan mereka dalam melihat realitas di masyarakat dan ruang digital. Buku ini menjadi potret jujur dari generasi Z yang sedang bertarung mempertahankan kewarasan pikiran etika, dan keimanannya di tengah bisingnya transformasi digital,” ucap Farkhan.

Sementara itu, Kepala Ma’had al-Jami’ah Ronggowarsito UIN Surakarta, KH. Ahmad Hafidh, M.Ag., memberikan apresiasi tertinggi kepada para mahasantri asuhannya. “Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi apa yang telah ditelurkan oleh para mahasantri dari Ma’had. Semoga ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, mengaku bangga atas apa yang telah dihasilkan oleh para mahasantri dari Ma’had al-Jami’ah UIN Surakarta. Ia berharap karya-karya seperti ini bisa ditiru oleh oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya. Dengan demikian, UIN Surakarta bisa benar-benar hadir dan berdampak untuk masyarakat.

“Kami sangat bangga dengan apa yang dihasilkan oleh mahasantri dari ma’had. Alhamdulillah, semoga ini bisa menjadi contoh dan bisa ditiru oleh para mahasiswa lainnya. Dengan demikian, UIN Surakarta bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat dan bermanfaat untuk semuanya,” kata Rektor. (Editor: Zaki) Foto: Istimewa