UIN Surakarta - Komitmen UIN Surakarta dalam memperkuat internasionalisasi kampus kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Kemitraan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan ini digelar pada Rabu, 10 Juni 2026, melalui kolaborasi UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bimtek tersebut menghadirkan pengajar dan pegiat BIPA, tutor BIPA kampus, perwakilan mahasiswa, serta tim studi banding dari Universitas Veteran Malang. Melalui kegiatan ini, UIN Surakarta memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing. Acara diawali dengan penampilan Jauhani Intani Aprilio, mahasiswa asal Filipina. Ia membawakan cerita tentang “Loko”, kereta lokomotif khas Solo. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa lintas budaya yang memperlihatkan keberhasilan proses pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia.
Dalam laporannya, Kepala UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, Sulhani Hermawan, M.A., menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam proses akademik mahasiswa internasional. Oleh karena itu, penguatan kompetensi BIPA terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, UPT Bahasa berhasil menyelesaikan penyusunan Buku Ajar BIPA tingkat Madya. Buku tersebut dirancang dengan mengintegrasikan nilai keislaman dan budaya lokal. Materi pembelajaran disusun berdasarkan kebudayaan Jawa khas Solo dan Yogyakarta. Di sisi lain, kehidupan muslim di Jawa juga diperkenalkan sebagai bagian dari pengayaan materi. “Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama dalam perkuliahan sekaligus menuju bahasa dunia. Karena itu, penguasaan BIPA sangat penting bagi mahasiswa asing,” ujar Sulhani. Dengan demikian, peserta memperoleh wawasan mengenai model pembelajaran yang lebih kontekstual. Selanjutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses belajar mahasiswa internasional.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Dr. Iwa Lukmana, M.A., Ph.D., menyoroti perkembangan Bahasa Inonesia di tingkat global. Menurutnya, Bahasa Indonesia telah memperoleh pengakuan yang semakin luas. Bahkan, Bahasa Indonesia telah masuk dalam layanan Vatikan News dan mendapat pengakuan UNESCO. Melalui kegiatan ini, UIN Surakarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem BIPA yang adaptif, terstandar, dan berakar pada budaya lokal serta nilai keislaman. Dengan demikian, UIN Surakarta terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang aktif mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia di tingkat global. Editor : Ail/Kha/Isa/Gus, Foto : Ail/Kha/Isa/Gus

