UIN Surakarta - Kabar membanggakan kembali datang dari UIN Raden Mas Said Surakarta. Seorang Mahasiswa Berprestasi UIN Surakarta berhasil menembus ajang inovasi tingkat dunia di Jepang. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kampus Islam negeri mampu bersaing di tingkat internasional. Mahasiswa tersebut adalah Bara, yang akan mewakili UIN Raden Mas Said Surakarta dalam ajang Japan Design Invention Expo di Osaka, Jepang. Kompetisi ini merupakan pameran dan perlombaan inovasi internasional yang diikuti institusi pendidikan dari berbagai negara.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, tercatat peserta berasal dari 13 negara. Oleh karena itu, keikutsertaan Bara menjadi momentum penting bagi UIN Surakarta untuk menunjukkan kapasitas inovasi mahasiswanya di panggung global.
Bara dijadwalkan berangkat pada 29 Juni. Sementara itu, perlombaan akan dimulai pada 3 Juli. Waktu keberangkatan yang lebih awal dipilih untuk mempersiapkan diri secara maksimal sebelum kompetisi berlangsung. Dalam ajang tersebut, Mahasiswa Berprestasi UIN Surakarta membawa sebuah inovasi bernama Safe TKI. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Melalui platform tersebut, berbagai pihak dapat terhubung dalam satu sistem terpadu. Pemerintah, pekerja migran, dan agensi ditempatkan dalam ekosistem yang saling terintegrasi. Dengan demikian, proses pengawasan dan perlindungan dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, teknologi blockchain dimanfaatkan untuk memverifikasi legalitas setiap pengguna. Sistem keamanan tersebut dirancang agar hanya pengguna resmi yang dapat mengakses layanan aplikasi.
Lebih lanjut, validitas data pengguna dapat dipastikan secara transparan. Karena itu, potensi penyalahgunaan identitas dapat diminimalkan. Di sisi lain, kasus penipuan dan penggunaan visa ilegal juga dapat dicegah sejak awal. Aplikasi ini dikembangkan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi pekerja migran Indonesia. Oleh sebab itu, inovasi tersebut tidak hanya memiliki nilai teknologi, tetapi juga manfaat sosial yang nyata.
Keberhasilan menjadi finalis internasional tidak diraih secara instan. Sebaliknya, capaian tersebut merupakan hasil proses belajar, latihan, dan pengembangan diri yang dilakukan secara konsisten. Melalui capaian ini, nama UIN Raden Mas Said Surakarta kembali diperkenalkan di tingkat global. Lebih dari itu, lahir harapan agar semakin banyak Mahasiswa Berprestasi UIN Surakarta yang menghadirkan solusi bagi masyarakat dunia melalui karya dan inovasi yang berdampak. (Editor : Isa/Gus, Foto : Ang)
UIN Surakarta - Kabar membanggakan kembali datang dari UIN Raden Mas Said Surakarta. Seorang Mahasiswa Berprestasi UIN Surakarta berhasil menembus ajang inovasi tingkat dunia di Jepang. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kampus Islam negeri mampu bersaing di tingkat internasional. Mahasiswa tersebut adalah Bara, yang akan mewakili UIN Raden Mas Said Surakarta dalam ajang Japan Design Invention Expo di Osaka, Jepang. Kompetisi ini merupakan pameran dan perlombaan inovasi internasional yang diikuti institusi pendidikan dari berbagai negara.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, tercatat peserta berasal dari 13 negara. Oleh karena itu, keikutsertaan Bara menjadi momentum penting bagi UIN Surakarta untuk menunjukkan kapasitas inovasi mahasiswanya di panggung global.
Bara dijadwalkan berangkat pada 29 Juni. Sementara itu, perlombaan akan dimulai pada 3 Juli. Waktu keberangkatan yang lebih awal dipilih untuk mempersiapkan diri secara maksimal sebelum kompetisi berlangsung. Dalam ajang tersebut, Mahasiswa Berprestasi UIN Surakarta membawa sebuah inovasi bernama Safe TKI. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Melalui platform tersebut, berbagai pihak dapat terhubung dalam satu sistem terpadu. Pemerintah, pekerja migran, dan agensi ditempatkan dalam ekosistem yang saling terintegrasi. Dengan demikian, proses pengawasan dan perlindungan dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, teknologi blockchain dimanfaatkan untuk memverifikasi legalitas setiap pengguna. Sistem keamanan tersebut dirancang agar hanya pengguna resmi yang dapat mengakses layanan aplikasi.
Lebih lanjut, validitas data pengguna dapat dipastikan secara transparan. Karena itu, potensi penyalahgunaan identitas dapat diminimalkan. Di sisi lain, kasus penipuan dan penggunaan visa ilegal juga dapat dicegah sejak awal. Aplikasi ini dikembangkan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi pekerja migran Indonesia. Oleh sebab itu, inovasi tersebut tidak hanya memiliki nilai teknologi, tetapi juga manfaat sosial yang nyata.
Keberhasilan menjadi finalis internasional tidak diraih secara instan. Sebaliknya, capaian tersebut merupakan hasil proses belajar, latihan, dan pengembangan diri yang dilakukan secara konsisten. Melalui capaian ini, nama UIN Raden Mas Said Surakarta kembali diperkenalkan di tingkat global. Lebih dari itu, lahir harapan agar semakin banyak Mahasiswa Berprestasi UIN Surakarta yang menghadirkan solusi bagi masyarakat dunia melalui karya dan inovasi yang berdampak. (Editor : Isa/Gus, Foto : Ang)

KKN Internasional UIN Surakarta Siap Mengabdi dan Menginspirasi di Malaysia
1 jam yang lalu - UmumMomentum Bersejarah !!! Sekjen Kemenag RI Resmikan Fakultas Saintek UIN Surakarta
23 jam yang lalu - Umum