UIN Surakarta - Kini kembali menorehkan capaian akademik melalui penyelenggaraan ujian terbuka disertasi Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026, di Gedung Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta. Ujian terbuka ini menjadi momentum penting bagi pengembangan keilmuan pendidikan Islam. Selain itu, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen UIN Surakarta dalam melahirkan akademisi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Andie Kusuma Brata tampil sebagai teruji dengan disertasi berjudul “Manajemen Pendidikan Spiritual Dalam Penguatan Karakter Islami Siswa (Studi Multikasus di MTsN 1 dan MTsN 2 Surakarta).” Penelitian tersebut mengangkat isu yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag. sebagai ketua sidang. Sementara itu, Prof. Dr. H. Sujito, M.Pd. bertugas sebagai sekretaris sidang. Proses akademik tersebut juga dihadiri para penguji yang berasal dari berbagai bidang keahlian.
Dalam sidang terbuka, berbagai aspek penelitian dibahas secara mendalam. Salah satu penguji menyoroti hambatan dan dinamika pembentukan karakter Islami siswa pada dua lokasi penelitian yang berbeda. Selain itu, perhatian juga diberikan pada perbedaan pendekatan pendidikan yang diterapkan di MTsN 1 Surakarta dan MTsN 2 Surakarta. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dinilai penting untuk memperkaya temuan yang telah diperoleh. Penguji memberikan arahan mengenai perlunya kajian yang berfokus pada tahapan pengembangan karakter siswa. Selanjutnya, relevansi teori lintas generasi juga disoroti, khususnya pada Generasi Z dan Generasi Alpha. Tidak hanya itu, integrasi temuan penelitian dengan implementasi Kurikulum Merdeka turut menjadi perhatian. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lembaga pendidikan Islam. Pada kesempatan tersebut, Andie Kusuma Brata menegaskan pentingnya pembiasaan dalam proses pendidikan spiritual. Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyampaikan, "Tidak ada yang bisa menjamin akhlak dan spiritual seseorang kecuali dengan pembiasaan yang baik, terstruktur, dan terencana."Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pendidikan spiritual memerlukan proses yang berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen sekolah menjadi faktor yang sangat penting. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan kata lain, nilai-nilai Islami perlu dihadirkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
Setelah melalui rangkaian ujian dan pendalaman materi, hasil sidang terbuka menyatakan bahwa Andie Kusuma Brata dinyatakan lulus. Gelar doktor pun resmi diberikan setelah seluruh tahapan akademik diselesaikan. Keputusan tersebut ditetapkan oleh dewan penguji berdasarkan hasil penilaian komprehensif yang telah dilakukan. Dengan demikian, kualitas akademik penelitian dinilai telah memenuhi standar program doktor. Andie berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dengan masa studi delapan semester. Prestasi tersebut menjadi bukti dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan doktoral. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi UIN Surakarta sebagai perguruan tinggi yang terus menghasilkan lulusan berkualitas. Selain itu, UIN Surakarta terus berkomitmen mendorong lahirnya penelitian yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Melalui penelitian seperti ini, kontribusi akademik bagi penguatan karakter generasi muda diharapkan semakin nyata dan berkelanjutan. Editor : Isa/Gus/Ail/Kai/Hfz, Foto : Isa/Gus/Ail/Kai/Hfz
