Gambar: Foto Aliya Savana Amanullah UIN Surakarta.
UINSURAKARTA- Di tengah arus globalisasi yang sering dianggap menjauhkan generasi muda dari tradisi keilmuan Islam klasik, muncul sosok santri muda yang justru berhasil menjembatani khazanah pesantren dengan dunia internasional. Dialah Aliya Savana Amanullah, mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta yang dikenal aktif mengajarkan kitab-kitab kuning dengan bahasa Prancis. Kemampuan tersebut menjadikan Aliya sebagai salah satu generasi muda pesantren yang mampu memperkenalkan khazanah keilmuan Islam Nusantara kepada masyarakat internasional. Dalam berbagai kesempatan, ia mengajarkan kitab-kitab fiqih dasar seperti Nailur Raja' Syarah Safinatun Najah serta sejumlah kitab fiqih lainnya menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa pengantar dan mengajar.
Kemampuan tersebut tidak diperoleh secara instan. Sambil tetap belajar di UIN Surakarta Aliya juga menempuh pendidikan pesantren di bawah bimbingan Dr. KH. Ahmad Muhammad Mustain Nasoha di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al-Mustainiyyah Surakarta. Di pesantren tersebut, ia menjalani proses pendidikan yang ketat dan mendalam dalam tradisi keilmuan pesantren dan santri tamatan diwajibkan mengikuti prakter mengajar dan dakwah mengajar kitab dengan Bahasa asing seperti Bahasa Perancis dan Bahasa inggris, selain Bahasa Arab yang pasti diwajibkan sebagai Bahasa harian. Berbagai capaian akademik pesantren berhasil diraihnya dipesantren ini. Ia menghafalkan Al Qur’an 30 juz, Jurumiyah, Imrithi, Taqrib, serta 1.002 bait Alfiyyah Ibnu Malik. Tidak hanya itu, Aliya juga belajar berbagai kitab dasar hingga kitab-kitab tingkat lanjut yang menjadi rujukan utama di pesantren, antara lain Fathul Qarib, Fathul Mu'in, Jauharul Maknun, Fathul Wahhab, Tafsir, Mahalli, Faidhul Barakat dalam bidang Qira'at Sab'ah, dan berbagai kitab lainnya.
Produktivitas intelektual Aliya juga terlihat dari karya-karya tulis yang berhasil diterbitkannya dalam berbagai bahasa. Ia tercatat sebagai penulis sejumlah buku berbahasa Arab, Inggris, dan Prancis. Di antara karya tersebut adalah Al-Hidayah Al-'Aliyyah fi Syarhi Safinatin Najah, Miftahut Taisir Al-Ghaliyah fi Syarhil Ajurumiyyah, serta buku berbahasa Inggris berjudul Divine Signs and Scientific Realities. Kemampuan bahasa menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki Aliya. Selain menguasai bahasa Arab sebagai bahasa utama kajian Islam, ia juga aktif menggunakan bahasa Inggris dan Prancis dalam berbagai aktivitas akademik maupun dakwah. Kemampuan multilingual tersebut menjadi modal penting dalam memperkenalkan tradisi keilmuan Islam Indonesia kepada dunia internasional. Kepakarannya dalam bidang bahasa Arab dan ilmu alat juga dibuktikan melalui aktivitas mengajar kitab Zadus Salik Syarah Alfiyyah Ibnu Malik dalam disiplin Nahwu dan Shorof di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Di usia yang relatif muda, Aliya telah dipercaya untuk mengajarkan kitab yang umumnya dipelajari pada jenjang lanjutan di pesantren.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Aliya Savana Amanullah tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang berupa pendalaman ilmu, kedisiplinan belajar, ketekunan menghafal, dan pengabdian yang konsisten. Dengan bekal tradisi pesantren yang kuat serta penguasaan bahasa Arab, Inggris, dan Prancis, Aliya mampu menjelaskan dan mengajarkan kitab-kitab kuning, termasuk kitab fiqih, dalam bahasa Prancis secara lugas, sistematis, dan mudah dipahami oleh masyarakat internasional. Kehadiran mahasiswi berprestasi UIN Surakarta ini membuktikan bahwa tradisi pesantren dan kitab kuning tidak hanya relevan di lingkungan lokal, tetapi juga mampu menjadi media dakwah dan penyebaran ilmu Islam di tingkat global. (Editor: Nug) Foto: Gus/ Istimewa
DWP UIN Surakarta Matangkan Program 2026, Perkuat Pemberdayaan dan Kemanusiaan
2 hari yang lalu - Umum