UIN SURAKARTA - Keberadaan dan eksistensi mahasiswa asing di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta semakin diakui dan diapresiasi di kancah nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya undangan khusus dari IPB University kepada UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mengirimkan delegasinya dalam gelaran bergengsi IPB's International Summer Course 2026 on Social Forestry and Waqf Forest. Kegiatan akademik berskala internasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal (22-26/07/2026) Program tahunan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memfasilitasi pertukaran gagasan, memperkuat jejaring global, serta mendorong kolaborasi riset antar-mahasiswa dan akademisi dunia dalam isu pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan. Tahun ini, acara tersebut diikuti oleh total 47 mahasiswa yang berasal dari 22 negara berbeda. Selain IPB University selaku tuan rumah, sejumlah perguruan tinggi ternama turut mengirimkan mahasiswanya, antara lain Universiti Putra Malaysia, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Islam Negeri Ponorogo. Apresiasi Atas Prestasi Akademik Dalam kesempatan ini, UIN Raden Mas Said Surakarta mengirimkan delegasi sebanyak 15 mahasiswa asing yang berasal dari berbagai fakultas. Kepala Pusat Layanan Internasional (International Office) UIN Raden Mas Said Surakarta, Wildi Adila, M.A., menjelaskan bahwa pemilihan delegasi ini didasarkan pada rekam jejak yang selektif.

Gambar: Foto Kebersamaan Mahasiswa Asing Ikuti International Summer Course di IPB University 2026
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas. Dalam sambutannya, beliau menekankan arti penting kegiatan ini dalam menjembatani teori akademis dengan implementasi nyata pengelolaan hutan di tengah masyarakat. Momen membanggakan terjadi saat sesi upacara pembukaan. Sebagai penanda dimulainya acara secara simbolis, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB memilih salah satu mahasiswa asing dari UIN Raden Mas Said Surakarta untuk maju ke depan. Mahasiswa tersebut terpilih menjadi satu dari dua perwakilan peserta yang menerima penyematan kartu tanda peserta secara langsung dari pihak IPB. Diskusi Dinamis dan Kontribusi Aktif menjadi sesi pasca seremonial selesai, para peserta langsung diarahkan ke dalam ruangan khusus. Panitia membagi seluruh peserta ke dalam dua kelompok fokus untuk mengikuti sesi kelas paralel yang berjalan secara simultan sesuai dengan peminatan topik, yakni kelompok materi Social Forestry (Perhutanan Sosial) dan kelompok materi Waqf Forest (Hutan Wakaf). Pembagian ini bertujuan agar interaksi serta pendalaman materi antara narasumber dan peserta dapat berjalan lebih intensif. Pada kelas Social Forestry, fokus pembahasan diarahkan pada tata kelola hutan berbasis komunitas dan hak-hak masyarakat lokal, di mana materi pertama disampaikan oleh pakar kehutanan IPB, Prof. Dr. Ir. Didik Suharjito. Sementara itu, kelas Waqf Forest memulai pertemuannya dengan mengulik instrumen finansial Islam dan nilai spiritual untuk konservasi lahan, dengan pemaparan materi pertama yang dibawakan oleh Dr. Leti Sundawati.
Sepanjang sesi berlangsung, suasana akademis di dalam kelas berjalan sangat dinamis dan interaktif. Para pemateri pun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keaktifan mahasiswa asing asal UIN Raden Mas Said Surakarta. Mereka tampak sangat antusias, kritis, dan aktif dalam mengajukan pertanyaan di setiap sesi materi yang bergulir. Tidak hanya sekadar bertanya mengenai teori, para mahasiswa asing delegasi UIN Surakarta ini perwakilan dari seluruh fakultas, menunjukkan kepedulian serta kepekaan yang tinggi terhadap kondisi riil kehutanan saat ini, baik yang terjadi di Indonesia maupun di negara-negara tetangga kawasan. Melalui program intensif yang berlangsung hingga akhir pekan ini, IPB University bersama seluruh perguruan tinggi mitra, termasuk UIN Raden Mas Said Surakarta, berharap keberagaman latar belakang negara dan institusi dari total 47 peserta yang hadir dapat memicu lahirnya inovasi-inovasi baru serta memperkuat kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan hidup global. (PHI) (Editor: Isa/Gus/Humas) Foto: Isa/Gus/Humas
#uinsurakarta #kampusunggulinovatif #UinsaidUnggul #AyoKuliahdiUINSAID
Konsinyering BKD 2026 Perkuat Tata Kelola Akademik UIN Surakarta
2 hari yang lalu - UmumMahasiswa UIN Surakarta Lolos Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS KPK
3 hari yang lalu - Umum