Loading...

Workshop Makeup dan Hijab Teater KSM Tentacle UIN Surakarta Asah Karakter Panggung Mahasiswa

27 Februari 2026 22:03 WIB 30
Baca

UIN SURAKARTA – Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Tentacle Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar kegiatan pengembangan keterampilan melalui Workshop “Makeup and Hijab Theatrical” pada 25 Februari 2026 di Aula Yosodipuro. Kegiatan ini berada di bawah pembinaan Prof. Dr. Sf. Luthfie Arguby Purnomo, S.S., M.Hum., sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang menggabungkan teori dan praktik dalam seni teater.

Workshop yang dipimpin oleh Qatrunnada Nafisa Ramadhani dan Vidya Ratna Nasyifa Khairish ini mengangkat tema “From Face to Stage: Bringing Characters to Life”. Peserta berasal dari berbagai program studi di Fakultas Adab dan Bahasa, seperti Sastra Inggris, Tadris Bahasa Indonesia, serta Bahasa dan Sastra Arab, yang memiliki minat pada dunia pertunjukan.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan dipandu oleh Betha Ayu Mufidah sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa tata rias memiliki peran penting dalam membentuk karakter, tidak hanya sebagai pelengkap visual, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan emosi tokoh di atas panggung.

Materi utama disampaikan oleh Maulaya Arinil Haq, S.Hum., yang membahas konsep dasar tata rias teater. Ia menjelaskan perbedaan antara riasan sehari-hari, rias panggung, dan rias film, serta teknik penegasan garis wajah agar ekspresi aktor dapat terlihat jelas oleh penonton. Selain itu, dibahas pula penggunaan warna untuk menciptakan efek dramatik sesuai kebutuhan naskah.

Tidak hanya itu, narasumber juga mengulas teknik hijab theatrical, termasuk cara penataan hijab yang selaras dengan karakter tanpa menghambat pergerakan aktor. Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait teknik pencampuran warna, ketahanan riasan di bawah pencahayaan panggung, serta penyesuaian makeup berdasarkan genre pertunjukan, seperti tragedi, komedi, dan fantasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik, di mana peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menerapkan riasan sesuai tema yang telah ditentukan. Setiap kelompok menampilkan karakter dengan pendekatan berbeda, mulai dari ekspresi emosional pada genre tragedi, tampilan realistis, hingga eksplorasi visual pada genre fantasi. Proses ini disertai diskusi, evaluasi, serta arahan langsung dari narasumber.

Melalui kegiatan ini, KSM Tentacle berharap mahasiswa semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan teater tidak hanya ditentukan oleh dialog dan akting, tetapi juga didukung oleh elemen visual, termasuk tata rias dan kostum, yang memperkuat karakter di atas panggung. (Editor: Zaki) Foto: Istimewa