Loading...

Kasubdit Diktis Kemenag Ajak Dosen UIN Surakarta Jadi Calon Guru Besar yang Kompeten

23 Juli 2026 15:37 WIB 40
Baca

UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kinerja para pegawainya, termasuk para dosen. Kali ini, UIN Surakarta berupaya meningkatkan kualitas kinerja para dosen dengan mengundang langsung Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Aziz Hakim, M.H.

Kegiatan bertajuk Pembinaan Pegawai yang mengangkat tema “Strategi Pengembangan Karier Dosen” ini digelar di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat Lantai 1 pada Kamis (23/7/2026). Peserta yang diundang adalah seluruh dosen dengan status pegawai negeri sipil (PNS). Acara dibuka langsung oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan maksimal. Terlebih lagi, narasumber yang didatangkan merupakan orang yang ahli di bidangnya. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi peluang baik bagi seluruh dosen UIN Surakarta, khususnya yang berstatus PNS.

“Di sini kita sudah mendatangkan orang yang memang ahli di bidangnya. Jadi, teman-teman dosen UIN Surakarta manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan menyampaikan berbagai pertanyaan kepada Mas Aziz yang sudah duduk di depan ini,” ucap Toto.

Sementara itu, Aziz selaku narasumber menyampaikan pentingnya bagi para dosen untuk meningkatkan kualitas kinerja mereka, khususnya dalam bidang penelitian. Ia juga mengajak kepada para dosen UIN Surakarta untuk menjadi guru besar yang benar-benar berkompeten di bidangnya.

“Saya di sini mengajak kepada teman-teman, dosen UIN Surakarta, untuk benar-benar menjadi guru besar yang berkompeten nantinya. Jadi, bukan malah menjadi guru besar yang ‘abal-abal’,” ujarnya.

Kasubdit juga menghimbau kepada para dosen bahwa ada dua hal yang harus dipenuhi agar bisa benar-benar menjadi guru besar secara utuh, yaitu unsur administratif dan substantif. Dengan demikian, saat dilantik menjadi guru besar nanti tidak timpang sebelah.

“Jangan sampai yang ada di sini nanti hanya menjadi guru besar secara administratif, tetapi juga benar-benar secara substantif layak disebut sebagai seorang guru besar,” imbuh Aziz.

Khusus bagi para dosen baru, ia mengingatkan tentang tingkat jabatan yang bisa dicapai oleh mereka. Jabatan-jabatan tersebut adalah asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan guru besar. Para dosen baru UIN Surakarta diajak untuk terus menempa kualitas agar bisa lancar ketika ingin naik tingkat.

“Sekadar mengingatkan, bahwa jenjang karier dosen dimulai dari asisten ahli, kemudian lektor, lektor kepala, dan guru besar atau profesor. Oleh karena itu, teman-teman di sini harus terus menempa diri agar lancar saat menaiki tingkatan ini,” kata Aziz. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Dand