Loading...

Wisuda 1589 Sarjana, UIN Surakarta : Kuasai 10 Ketrampilan !

12 November 2025 10:37 WIB 287
Baca

UIN SURAKARTA  - UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) kembali mewisuda ribuan mahasiswanya dari jenjang S1, S2, hingga S3 yang ke-60. Selama 2 hari (Rabu 12/11/2025 dan Kamis 13/11/2025), para wisudawan akan dibagi dalam 2 gelombang. Hadir dalam wisuda hari ini, para senat universitas beserta seluruh wisudawan dari Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD).

Dalam laporan wisuda ke 60 UIN Surakarta, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Zainul Abas menyatakan bahwa dalam kesempatan wisuda kali ini, ada 1.541 wisudawan yang akan dipindahkan kuncirnya. Wisuda pada hari ini akan diikuti oleh wisudawan program doktoral (S3) sebanyak 6 orang, wisudawan program magister (S2) sebanyak 42 orang, wisudawan dari FUD sebanyak 394, dan wisudawan dari FEBI sebanyak 335 orang.

Usai memindahkan kuncir topi para sarjana, Rektor UIN Surakarta, Prof. Toto Suharto menegaskan beberapa hal dalam sambutannya yang diawali dengan dengan mengingatkan tentang semangat kepahlawanan yang telah diperingati dua hari lalu. Semangat peringatan yang tercermin melalui tema "Pahlawanku, Teladanku: Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan". "Tema ini secara garis besar mengandung arti bahwa setiap kita dengan penuh semangat, dituntut untuk dapat meneladani perjuangan para pahlawan" tegas Rektor. Dirinya juga menjelaskan bahwa cara meneladani perjuangan para pahlawan adalah dengan cara terus bergerak maju, melanjutkan perjuangan mereka demi Indonesia Emas. 

Selanjutnya Rektor juga memberikan keterangan terkait dengan tema wisuda ke-60 kali ini, yaitu : Future Skills: Penguatan Keterampilan Lulusan di Era Digital. Prof. Toto memaparkan bahwa para wisudawan bisa terus bergerak mengisi kemerdekaan di era digital saat ini adalah dengan menguasai 10 ketrampilan, merujuk pada tulisan orang Finlandia pada tahun 2021 tentang keterampilan di masa depan (Future's Skills). Menurut Rektor, bahwa selama 20 atau 50 tahun ke depan akan terjadi proses revolusi manusia yang berkaitan tentang bagaimana manusia agar tetap eksis di masa depan.

Rektor juga mengatakan bahwa untuk menghadapi revolusi ini, setidaknya ada sepuluh keterampilan masa depan yang dibutuhkan manusia, apapun posisinya, dan di manapun ia berada, yang tidak bisa digantikan oleh mesin, termasuk AI dan Robotik. Kesepuluh keterampilan ini adalah:

1. Kreativitas, yaitu kemampuan berpikir inovatif dan menemukan solusi unik. Ini menjadi keterampilan yang sangat berharga di masa depan. Kreativitas memungkinkan seseorang untuk berpikir di luar kebiasaan dan menemukan peluang baru. 

2. Empati, yaitu memahami dan merasakan emosi orang lain. Empati menjadi keterampilan yang penting dalam membangun hubungan yang lebih baik, yang memungkinkan seseorang untuk memahami kebutuhan dan keinginan orang lain. 

3. Fleksibilitas, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan ketidakpastian. Keterampilan ini menjadi sangat penting di masa depan, yang membuat seseorang dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah.  

4. Berpikir Kritis, yaitu kemampuan menganalisis informasi dengan cermat dan membuat keputusan yang tepat. Keterampilan ini merupakan modal yang sangat berharga bagi seseorang untuk memahami informasi yang kompleks dan membuat keputusan yang tepat.  

5. Keingintahuan, yaitu semangat untuk terus belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru. Ini merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan seseorang untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Belajar sepanjang hayat adalah cara Islam agar manusia bisa melakukannnya, melalui proses belajar, dan selalu menjadi pembelajar yang berusaha agar pengetahuannya bertambah.  

6. Keberanian, yaitu berani mengambil risiko dan mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan. Keberanian memungkinkan seseorang untuk  menghadapi tantangan dan mencapai tujuan. Yakinlah bahwa di dalam kesulitan itu ada kemudahan yang Allah janjikan.

7. Kecerdasan Emosional, yaitu kemampuan mengelola emosi sendiri dan memahami emosi orang lain. Keterampilan ini menjadi yang sangat penting, utamanya dalam membangun hubungan yang lebih baik, membuat seseorang dapat memahami diri sendiri dan orang lain. Orang cerdas secara emosional adalah yang mampu memahami diri dan orang lain, sesuai kadar kemampuannya. 

8. Kepercayaan Diri, yaitu memiliki keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk mencapai kesuksesan. Kepercayaan diri memungkinkan seseorang untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan. Kepercayaan ini perlu dipupuk, dengan dasar keimanan. 

9. Keterampilan Komunikasi, yaitu kemampuan menyampaikan ide dengan jelas dan membangun koneksi dengan orang lain. Ini penting untuk dimiliki, agar seseorang dapat memahami dan dipahami oleh orang lain. 

10.Ketahanan Mental, yaitu mampu bangkit dari kegagalan dan menghadapi tantangan dengan sikap positif. Ketahanan mental memungkinkan seseorang untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan. 

Menutup sambutannya, Rektor berharap seluruh wisudawan bisa memiliki berbagai ketrampilan yang telah dijelaskan tersebut. Di akhir sambutan, Rektor memberikan pantun untuk seluruh wisudawan : 

 Dari Solo ke masa depan, Dengan ilmu yang penuh berkah.                                                                                                                                                 Wisuda hari ini kita rayakan, Menatap masa depan penuh cerah.

 Dengan tasbih dan pena di tangan, Tidak lupa selalu munajat.                                                                                                                                                 UIN Surakarta tempat harapan, Melahirkan lulusan yang taat sholat. 

(Tris/Humas) Foto : Mastr/Zaki/Nug/Angga