Loading...

UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Gelar Workshop Manajemen Perpustakaan Digital

25 Mei 2026 09:00 WIB 76
Baca

UINSURAKARTA- UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Workshop Manajemen Perpustakaan Digital pada Senin (25/5/2026) di Ruang Pertemuan UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi layanan akademik berbasis teknologi informasi di lingkungan kampus. Workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan yakni Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag. bersama Kepala UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said yakni Mokhamad Zainal Anwar, M.S.I. Kegiatan ini diikuti sivitas akademika, pengelola perpustakaan, serta dosen di lingkungan kampus dan perpustakaan dari kampus lain misalnya UNS, UMS dan Dinas Perpustakaan di Kab Karanganyar dan Kab. Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Dr. Lukman menegaskan bahwa pengembangan perpustakaan digital menjadi kebutuhan strategis perguruan tinggi di tengah percepatan transformasi teknologi dan tuntutan keterbukaan akses pengetahuan. “Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi ruang penyimpanan buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pengelolaan pengetahuan digital yang mendukung kualitas akademik dan reputasi institusi,” ujarnya. Dr. Lukman menilai bahwa penguatan digital library juga berkaitan erat dengan peningkatan akreditasi perguruan tinggi, visibilitas karya ilmiah dosen dan mahasiswa, hingga perluasan akses publik terhadap hasil-hasil akademik kampus. “Kami dari pimpinan tentu akan selalu mendukung upaya dan ikhtiar Perpustakaan UIN Surakarta agar selalu relevan dan sesuai dengan kebutuhan civitas akademika,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, Mokhamad Zainal Anwar, M.S.I., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa workshop ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola perpustakaan digital agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, kehadiran teknologi digital, sistem otomatisasi, hingga Internet of Things (IoT) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam layanan akademik dan pengelolaan pengetahuan di perguruan tinggi. “Karena itu, Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta terus merespons perubahan tersebut melalui pengembangan digital library dan library system yang adaptif, inovatif, serta mampu mendukung kebutuhan sivitas akademika di era transformasi digital,” tegas laki-laki yang juga menjadi staf pengajar di Prodi Pemikiran Politik Islam.

Dalam workshop tersebut, narasumber yang hadir yakni Edwin Nur Prasetyo memaparkan materi mengenai implementasi unggah mandiri karya akademik dosen pada aplikasi digital library. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk mengelola karya akademik secara digital, terintegrasi, dan mudah diakses. Menurut Edwin, sistem unggah mandiri menjadi solusi atas berbagai persoalan pengelolaan dokumen akademik yang selama ini masih dilakukan secara manual. Melalui sistem tersebut, dosen dapat langsung mengunggah karya akademik ke dalam platform digital library kampus. “Digital library bukan hanya tempat penyimpanan dokumen, tetapi juga media publikasi dan diseminasi karya ilmiah secara terpusat,” jelasnya.

Edwin juga menambahkan bahwa implementasi sistem digital library memberikan sejumlah manfaat, mulai dari mempermudah publikasi karya akademik, meningkatkan keamanan penyimpanan dokumen, hingga memperkuat reputasi akademik institusi. Sementara itu, narasumber lain, Fauzan Zahaf, menyampaikan materi mengenai implementasi Google Indexing dan Google Scholar Indexing dalam pengelolaan perpustakaan digital. Ia menekankan pentingnya optimalisasi metadata, SEO akademik, dan akses terbuka (open access) agar karya ilmiah kampus mudah ditemukan melalui mesin pencari.

Menurut Fauzan, banyak karya akademik perguruan tinggi yang belum optimal terindeks Google maupun Google Scholar karena persoalan metadata, struktur halaman, dan akses crawler mesin pencari. “Google Scholar menjadi pintu utama bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk menemukan karya ilmiah. Karena itu, digital library perguruan tinggi harus dirancang lebih ramah terhadap sistem indexing,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa implementasi metadata akademik, struktur URL yang SEO friendly, sitemap XML, hingga optimasi file PDF menjadi bagian penting dalam meningkatkan visibilitas karya akademik di internet.

Menutup kegiatan tersebut, Kepala UPT Perpustakaan menegaskan bahwa transformasi perpustakaan digital bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam membangun ekosistem akademik yang terbuka, adaptif, dan berdaya saing global.  Menurut Mokhamad Zainal Anwar, perpustakaan masa kini harus mampu menjadi pusat pengetahuan digital yang tidak hanya menyediakan akses informasi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah sivitas akademika. “Perpustakaan harus hadir sebagai ruang belajar modern yang responsif terhadap perubahan teknologi. Dengan penguatan digital library dan library system yang terus dikembangkan, kami berharap UIN Raden Mas Said Surakarta mampu membangun budaya akademik yang semakin maju, terbuka, dan relevan dengan tantangan era digital,” ujarnya. (Editor: Nug/Gus) Foto: Istimewa/Nug