UIN SURAKARTA - Kampus terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Kurikulum Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan arah pengembangan program studi dengan visi institusi, kebutuhan masyarakat, dan kebijakan nasional. Workshop menghadirkan sivitas akademika, pimpinan universitas, serta narasumber dari perguruan tinggi seni terkemuka yang dilaksanakan pada Selasa, (07/07/2026). Melalui forum tersebut, berbagai gagasan dan strategi pengembangan dibahas secara komprehensif. UIN Surakarta menegaskan bahwa kurikulum tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga fondasi dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, setiap masukan dapat diintegrasikan ke dalam penyempurnaan kurikulum DKV secara berkelanjutan.
Workshop membahas Visi dan Misi Fakultas Adab dan Bahasa, Kurikulum Tahun 2026, Milestone Rencana Induk Pengembangan (RIP), serta indikator capaian universitas. Seluruh pembahasan diarahkan untuk memperkuat posisi Program Studi DKV sebagai program studi yang memiliki karakter khas dan relevan dengan perkembangan industri kreatif. Selanjutnya, peserta mendalami empat tahapan pengembangan organisasi, yaitu forming, storming, norming, dan performing. Tahapan tersebut dipandang penting dalam membangun kemandirian sivitas akademika Program Studi DKV. Melalui proses tersebut, kompetensi akademik dan profesional diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terarah. Di sisi lain, berbagai keunikan Program Studi DKV juga dipersiapkan agar menjadi nilai pembeda dibandingkan program studi serupa. Kurikulum yang disusun akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi kreatif. Dengan begitu, lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I menyampaikan pentingnya mandat integrasi sebagai landasan pengembangan kurikulum. Integrasi tersebut meliputi integrasi metodis, substansial, dan etis. Menurutnya, Program Studi DKV harus mampu menghadirkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan desain. Namun, lulusan juga harus memiliki kepekaan sosial, nilai keislaman, dan kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat. "DKV harus memikirkan capaian pembelajaran sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Integrasi metodis, substansial, dan etis menjadi fondasi pengembangan kurikulum ke depan," tegas Wakil Rektor I. Sementara itu, visi Kementerian Agama Tahun 2025–2029 menjadi pijakan penting dalam penyusunan kurikulum. Visi tersebut mengarah pada terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, arah pengembangan tersebut diwujudkan melalui proses cascading menuju UIN Surakarta yang unggul. Seluruh kebijakan akademik diharapkan dapat selaras dengan tujuan pembangunan nasional. (Editor: Isa) Foto: Gus.
#uinsurakarta #kampusunggulinovatif #UinsaidUnggul #AyoKuliahdiUINSAID

Kurikulum OBE Prodi DKV : Cetak Lulusan Siap Menjawab Tantangan Industri Kreatif
2 jam yang lalu - Umum