
UIN SURAKARTA – Rangkaian perayaan Hari Santri 2025 di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) masih digelar pada Minggu (26/10/2025). Kali ini, UIN Surakarta menggelar Istighosah Bersama di Panggung Budaya UIN Surakarta, tepatnya di Halaman Depan Gedung SBSN. Acara istighosah ini pun langsung dihadiri oleh seluruh sivitas akademika UIN Surakarta dan perwakilan tamu undangan yang sudah diundang, yakni dari Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Sukoharjo, dan Pemkot Surakarta. Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, ikut memberikan sambutan dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Prof. H. Toto menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang sudah berkenan menghadiri acara istighosah ini. Ia juga memberikan pesan kepada seluruh sivitas akademika UIN Surakarta untuk memanfaatkan momen istighosah ini sebagai sarana memohon kepada Allah SWT. Tidak hanya itu, seluruh sivitas akademika juga diminta untuk terus berpikiran yang baik-baik selama menjalani istighosah agar apa yang dikabulkan oleh Allah SWT adalah yang baik-baik. Rektor tidak lupa meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk mendoakan agar Indonesia senantiasa cerah dan damai.

“Mari kita terus berpikir yang baik-baik saja. Jangan sampai keluar pikiran yang buruk dari kepala kita. Sesuai dengan hadits Nabi bahwa Allah adalah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jika prasangka kita baik, maka Allah akan memberikan hal-hal yang baik kepada kita. Maka dari itu, mari kita berpikir positif, untuk kehidupan kita, untuk kampus kita, dan tentunya untuk Indonesia agar senantiasa cerah dan damai sampai kapan pun. Semoga doa kita di istighosah ini mampu benar-benar diijabah oleh Allah SWT,” ucap Rektor.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Rektor, Wakil Rektor III (WR III) Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Abdulloh Faishol, yang juga merupakan Ketua Pelaksana Perayaan Hari Santri 2025, mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk berdoa yang baik demi kebaikan Indonesia. “Kesempatan ini tentu menjadi kesempatan emas untuk kita agar bisa berdoa yang baik-baik. Jangan sampai keluar dari pikiran kita bahwa Indonesia akan gelap. Jika kita berpikiran seperti itu, maka Indonesia akan benar-benar gelap. Maka dari itu, kita harus berdoa yang baik-baik dan berprasangka yang baik agar Allah memberikan Indonesia banyak kebaikan sehingga bisa cerah dan damai,” ucapnya. (3S/Zaki/Humas) Foto: Mastr/Angga/Humas