UIN SURAKARTA– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Dista FM UIN Raden Mas Said Surakarta lagi,tunjukkan eksistensinya di dunia penyiaran dengan menyelenggarakan ajang “National Broadcasting Announcer Competition” kali ini bertema “Kebudayaan”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas di bidang broadcasting serta memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Indonesia. Sebagai salah satu UKM yang bergerak di bidang broadcasting dan announcer, Dista FM konsisten menghadirkan program dan kegiatan yang mendorong mahasiswa serta masyarakat untuk mengembangkan kemampuan berbicara, berkomunikasi, dan menyampaikan informasi dengan gaya profesional. Melalui kompetisi ini, Dista FM ingin memperkenalkan dunia penyiaran yang tidak hanya berfokus pada teknik vokal, tetapi juga pada isi pesan yang membawa nilai-nilai edukatif dan kultural.

Kompetisi ini terbuka bagi siswa SMA/sederajat, mahasiswa, dan masyarakat umum berusia 15–26 tahun dari seluruh Indonesia. Para peserta akan berkompetisi secara individual dan diwajibkan mengirimkan karya berupa rekaman audio berdurasi maksimal 1,5 menit dalam format MP4 dengan ukuran maksimal 300 MB. Setiap karya disiarkan tanpa background sound effect, sehingga aspek suara, artikulasi, intonasi, serta kemampuan menyusun naskah menjadi penilaian utama. “Tema kebudayaan dipilih agar para peserta dapat mengangkat keberagaman dan kekayaan lokal dari daerah masing-masing. Harapan kami, penyiar muda tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan pesan budaya dengan cara yang menarik dan bermakna,” ujar salah satu panitia pelaksana Dista FM. Tahapan kompetisi dimulai dengan pendaftaran dan pengumpulan karya pada 1 Juli–2 Agustus 2025, dilanjutkan penjurian tahap I pada 3–10 Agustus 2025, dan pengumuman 20 besar pada 11 Agustus 2025. Dua puluh peserta terbaik kemudian akan melaju ke babak final (offline) yang diselenggarakan pada 18 Agustus 2025.

Menambah semangat kompetisi, dua juri profesional dihadirkan untuk memberikan penilaian, yaitu Kak Monica dan Kak Ghifari, yang merupakan penyiar aktif di Radio PTPN Solo. Keduanya dikenal luas karena pengalaman dan dedikasinya dalam dunia broadcasting. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan baru serta inspirasi bagi peserta untuk terus mengasah kemampuan berbicara di depan publik. Rangkaian acara akan mencapai puncaknya pada Selasa, 2 September 2025, di Gedung Sekretariat Bersama Surakarta. Pada momen tersebut, panitia akan mengumumkan pemenang sekaligus menyerahkan berbagai penghargaan menarik, mulai dari uang tunai ratusan ribu rupiah, sertifikat, piala, medali, hingga merchandise eksklusif dari Dista FM. Ketua panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga sarana pembelajaran dan pertukaran ide antarpeserta dari berbagai daerah. “Kami ingin kompetisi ini menjadi ruang pertemuan antara budaya dan komunikasi, di mana suara-suara muda dapat menyampaikan pesan kebaikan dan keberagaman,” ujarnya menutup pernyataan.

Melalui National Broadcasting Announcer Competition 2025, UKM Radio Dista FM UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen untuk terus melahirkan generasi penyiar yang kreatif, berkarakter, dan mampu membawa nilai-nilai kebudayaan Indonesia ke ranah publik melalui suara yang inspiratif. (Nug/Humas) Foto: Istimewa
DWP UIN Surakarta Matangkan Program 2026, Perkuat Pemberdayaan dan Kemanusiaan
22 jam yang lalu - Umum