UINSURAKARTA- Sejumlah 1.700 penari berhasil warnai Kota Surakarta dalam Kegiatan Solo Menari 2026 Event. Dan ada 10 Penari dari UKM UIN Surakarta yang terlibat. Masyarakat yang tumpah ruah memenuhi area pinggir jalan (Jln. Sudirman) ikut tumplek blek menyaksikan penampilan para penari. Ribuan penari yang datang bahkan terlihat begitu menikmatinya. Surakarta, (Rabu, 29/04/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Dunia ini, sengaja menghadirkan tari kolosal berskala besar, sehingga Stadion Manahan nampak penuh dengan penampilan tari kolosal tersebut. Acara tersebut melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, usia, penyandang disabilitas dan penyintas kanker serta diikuti 70-an sanggar.
Para peserta mulai mendaftar sejak bulan Februari 2026 lalu. Setelah selesai mendaftarkan anggotanya, kemudian di Maret dan April-nya turut rutin mengikuti latihan", ucap ketua UKM Sentra UIN Surakarta. Peserta-nya, dalam dan luar Jawa Tengah", tambahnya. Wakil Wali Kota, Astrid Widayani yang membuka acara, mengatakan bahwa Solo Menari mampu mendorong kemajuan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Solo Menari 2026 tahun ini mengusung tema “Aku Kipas” sebagai simbol harmoni, keindahan, sekaligus kekuatan ekspresi seni tari. "Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang pertunjukan tetapi juga ruang kebersamaan, pembelajaran dan kolaborasi antara pelaku seni. Saya harapkan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan menjadi penting agar kegiatan budaya semacam ini dapat terus berlangsung dan berkembang dari waktu ke waktu," kata Astrid Widayani. Pasca melihat banyaknya penari yang ikut di Event Solo Menari 2026 ini, Astrid berharap seni tari yang ada di Indonesia masih tetap berkembang, dan bertahan sehingga mampu menjadi modal penting perkembangan budaya lokal nantinya. (Editor : Nug/Dand) Foto : Ang/Dand
UIN Surakarta Borong Tiga Penghargaan pada Arjuna Awards KPPN Surakarta 2026
2 hari yang lalu - Prestasi