Loading...

UIN Surakarta Pecahkan Lagi Rekor Dunia

22 Oktober 2025 09:40 WIB 296
Baca

UIN SURAKARTA - Satu lagi gebrakan dilakukan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) di tahun 2025 ini. Tepat di hari ini Rabu (22/10/2025) bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kembali hadir di UIN Surakarta kampus Pucangan Kartasura untuk menyerahkan Piagam atas pencatatan rekor dunia yang baru. Rekor baru "Transaksi Bersama Pembelian ETF (Exchange Trade Fund) Syariah Terbanyak oleh Sivitas Akademika dan Santri (1.680)" dicatat dan diberikan piagam atas catatan tersebut.

"Alhamdulillah kampus UIN Surakarta yang membanggakan ini telah mencatatkan rekor dunia baru" ujar Ari Adrian selaku perwakilan langsung dari pihak MURI. Dirinya menjelaskan bahwa dalam tahun yang sama, kampus ini telah mencatatkan rekor dunia yang baru dalam hal berbeda. Secara khusus Ari memberikan apresiasi khusus kepada UIN Surakarta selaku penyelenggara yang diwakili oleh Rektor Prof. Toto Suharto dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang diwakili oleh Dekan Prof. Rahmawan Arifin selaku pemrakarsa terciptanya rekor dunia kali ini. Apresiasi yang sama juga diberikan kepada BEI dan Indopremier yang telah menjadi pendukung terciptanya rekor ini. 

"Rekor ini menjadi bagian dari kita merayakan Hari Santri Nasional tahun ini" ungkap Prof. Toto usai menerima secara langsung piagam rekor MURI ini. "Semoga akan tercipta lagi berbagai rekor yang membanggakan kita semua" harap Rektor. Menurutnya cita-cita glokalisasi yang dimaksudkan dengan meng-global-kan yang lokal dan me-lokal-kan yang global akan semakin cepat terwujud dengan semangat slogan LURIK yang merupakan kependekan dari Loyal-Unggul-Responsif-Inovatif-Kolaboratif. "UIN Surakarta kita akan semakin unggul dalam segala hal berkat kerja keras semua elemen yang ada di kampus ini" ungkapnya penuh semangat.

Mengamini apa yang disampaikan oleh Rektor, Dekan FEBI yang akrab disapa Prof. Ivan ini sangat yakin bahwa apa yang dicatat sebagai rekor dunia yang baru sekarang ini adalah bagian dari support menuju kampus yang unggul. "Ada makna dibalik angka 1680 pada rekor dunia kali ini" terangnya. Dekan FEBI mengungkapkan bahwa angka tersebut adalah angka tahun dibangunnya Keraton Mataram di Kartasura yang sekarang ini merupakan wilayah di mana kampus UIN Surakarta saat ini ada. (Tris/Humas) Foto : Mastr/Zaki/Nug/Angga