
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus memantapkan komitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan, baik untuk mahasiswa maupun dosen. Kali ini, UIN Surakarta meresmikan Pusat Kajian Demokrasi dan Anti Korupsi yang digawangi oleh Fakultas Syariah (Fasya). Launching Pusat Kajian Demokrasi dan Anti Korupsi (PUKADAK) ini digelar di Aula Lt. 1 Gedung SBSN pada Senin (27/10/2025). Acara ini langsung dihadiri oleh Dekan Fasya, Prof. Muh. Nashirudin, dan Ketua PUKADAK UIN Surakarta, Ahmad Muhammad Musta’in Nasoha, M.H., M.A..
Selain hadir, Dekan Fasya ikut sedikit memberikan sambutan sekaligus meresmikan PUKADAK UIN Surakarta. Dalam sambutannya, ia berharap adanya PUKADAK di UIN Surakarta bisa menjadi salah satu alat untuk terus mempertahankan hidupnya demokrasi dan budaya anti korupsi. Dengan demikian, lingkungan UIN Surakarta bisa terus demokratis dan jauh dari tindak korupsi. “Semoga adanya Pusat Kajian Demokrasi dan Anti Korupsi di UIN Surakarta ini bisa menjadi awal yang baik. Adanya pusat kajian semoga bisa terus menghidupkan nilai-nilai demokrasi dan budaya anti korupsi, baik di lingkungan kampus maupun Indonesia secara umum,” ucapnya.

Selain peresmian PUKADAK UIN Surakarta, ada juga seminar nasional tentang korupsi yang langsung diisi oleh Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Madya KPK RI, Dion Hardika Sumarto, M.H.. Ia memberikan materi kepada para mahasiswa yang hadir sebagai peserta tentang tindak pidana korupsi, indeks persepsi korupsi, dan pengelolaan kasus korupsi yang terjadi di suatu negara. (Zaki/Humas) Foto: Zaki/Groho