
UIN SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (HMPS SPI) Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk "Peran Arsip dan Manuskrip Jawa dalam Merawat Ingatan Nusantara" pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang mendorong mahasiswa untuk lebih mengenal dan menghargai arsip serta manuskrip sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan intelektual dan memori kolektif bangsa.
Workshop ini menghadirkan Muhammad Aprianto, S.S., M.A. sebagai narasumber utama yang membawa perspektif segar tentang nilai historis manuskrip Jawa sekaligus tantangan nyata dalam upaya pelestariannya di tengah arus modernisasi.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa manuskrip bukanlah sekadar lembaran-lembaran tua yang tersimpan dalam lemari kaca museum. Lebih dari itu, manuskrip merupakan gudang pengetahuan yang merekam identitas, ekspresi budaya, dan dinamika sosial masyarakat Nusantara lintas zaman — sumber primer yang tidak ternilai bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah secara utuh. Antusiasme peserta terlihat jelas, terutama saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan mengalir deras, mulai dari teknik konservasi fisik arsip hingga peluang digitalisasi manuskrip sebagai solusi pelestarian di era digital.
Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. H. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan yang kuat tentang tanggung jawab generasi muda terhadap khazanah keilmuan klasik. Beliau berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda tunggal, melainkan menjadi titik awal tumbuhnya kepedulian akademik yang berkelanjutan terhadap arsip dan manuskrip sebagai sumber sejarah yang otentik.
Dari sisi kepanitiaan, Ikhsan Jovinando selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa workshop ini secara khusus dirancang untuk memperkuat literasi mahasiswa di bidang kearsipan dan filologi, dua disiplin ilmu yang kerap luput dari perhatian, namun memiliki peran krusial dalam studi sejarah dan peradaban.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum HMPS SPI, Oktavian Priyo Legowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan organisasi, melainkan cerminan dari komitmen HMPS SPI dalam mendorong pengembangan wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya dalam ranah sejarah dan kebudayaan Islam. Melalui workshop ini, HMPS SPI FAB UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dan intelektual bukan hanya urusan para ahli atau lembaga formal, ia adalah tanggung jawab bersama yang perlu dimulai dari ruang-ruang akademik kampus. (Editor: Zaki) Foto: Istimewa
100 Calon Mahasiswa Internasional UIN Surakarta Lolos Tahap Akhir Seleksi
17 jam yang lalu - Umum