Loading...

UIN Surakarta Gelar Program Pengabdian untuk Penguatan Perpustakaan Pesantren di Era Digital

9 Desember 2025 12:00 WIB 160
Baca

Gambar: Foto Narasumber/ Kyai yang mengisi Kegiatan Program Pengabdian untuk Penguatan Perpustakaan Pesantren di Era Digital (Ahad, 23 November 2025) bertempat di Pondok Pesantren Al-Amanah Kota Semarang.

UINSURAKARTA- Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Strategi Penguatan Tata Kelola Perpustakaan Pesantren Berbasis Teknologi di Era Digital” sukses diselenggarakan pada Ahad, 23 November 2025, bertempat di Pondok Pesantren Al-Amanah Kota Semarang. Kegiatan yang merupakan inisiatif LPPM UIN Raden Mas Said Surakarta ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 pondok pesantren di wilayah Semarang Raya.

Gambar: Foto Narasumber/ Kyai yang mengisi Kegiatan Program Pengabdian untuk Penguatan Perpustakaan Pesantren di Era Digital (Ahad, 23 November 2025) bertempat di Pondok Pesantren Al-Amanah Kota Semarang.


Acara resmi dibuka oleh pembawa acara Alfina Qoidatunnikmah, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathan sebagai simbol penguatan nasionalisme dan nilai keislaman. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Himmatur Riza, M.H., perwakilan LPPM, menegaskan bahwa perpustakaan adalah pusat pengetahuan pesantren sehingga peningkatan tata kelola dan integrasi teknologi digital menjadi kebutuhan yang mendesak.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah, Ust. Dr. M. Rikza Chamami, M.Si., yang menekankan pentingnya transformasi digital dalam ekosistem literasi pesantren. Menurutnya, perpustakaan modern bukan sekadar ruang penyimpanan buku, tetapi pusat informasi yang harus mendukung pembelajaran santri melalui akses pengetahuan yang cepat dan berkualitas. Memasuki sesi materi, Bapak Suwondo, S.Hum., M.Kom., Kepala Perpustakaan Universitas Diponegoro, memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi, akses terbuka (Open Access), serta penguatan jejaring antarperpustakaan pesantren. Ia memperkenalkan berbagai repositori ilmiah seperti Garuda, DOAJ, dan Google Scholar yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pesantren. 

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Awalinda Dyah Pungky Ramadhani, S.Hum., pustakawan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Ia fokus pada pentingnya tata kelola perpustakaan profesional yang mencakup perencanaan, pengelolaan koleksi, sistem layanan digital, dan evaluasi berkala. Beliau juga memberikan panduan teknis terkait katalogisasi, klasifikasi, hingga digitalisasi arsip pesantren.

Kegiatan ini juga memaparkan hasil need assessment yang dilakukan di berbagai pesantren, yang menemukan bahwa sebagian besar perpustakaan masih dikelola secara tradisional, minim pemanfaatan teknologi, dan belum memiliki SOP pengelolaan. Karena itu, melalui kegiatan pelatihan selving, klasifikasi, katalogisasi, serta penggunaan aplikasi perpustakaan digital, peserta mendapatkan keterampilan praktis untuk memperbaiki tata kelola perpustakaan masing-masing.

Gambar: Foto Bersama dengan Kyai/ Narasumber yang mengisi acara/kegiatan UIN Surakarta dalam Program Pengabdian untuk Penguatan Perpustakaan Pesantren di Era Digital (Ahad, 23 November 2025) bertempat di Pondok Pesantren Al-Amanah Kota Semarang.

Partisipasi aktif para peserta menunjukkan tingginya komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas layanan informasi. Suasana diskusi berlangsung dinamis, di mana peserta saling berbagi pengalaman dan kendala dalam pengelolaan perpustakaan. Acara ditutup dengan doa dan pemberian ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, dan Pondok Pesantren Al-Amanah sebagai tuan rumah. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya jejaring perpustakaan pesantren berbasis digital di Semarang Raya, sekaligus memperkuat budaya literasi santri. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Surakarta berharap perpustakaan pesantren dapat berkembang menjadi pusat informasi yang profesional, modern, dan mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era digital. (Nug/Zaky/Mastr/ Humas) Foto: Istimewa