Loading...

UIN Surakarta Gelar Gerakan Santri Menulis 2026 dan Sarasehan Jurnalistik Ramadan

27 Februari 2026 13:09 WIB 162
Baca

UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) kembali menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi para mahasiswanya. Kali ini, UIN Surakarta menggelar kegiatan pelatihan menulis bertajuk Gerakan Santri Menulis 2026 Sarasehan Jurnalistik Ramadan 1447H bersama Suara Merdeka. Kegiatan ini digelar di Aula Sambernyawa Gedung Lembaga pada Jumat (27/2/2026). Puluhan mahasiswa UIN Surakarta dari berbagai fakultas ikut hadir sebagai peserta dalam kegiatan kali ini.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama (WR III), Dr. Abdulloh Faishol, menjadi pembuka dalam kegiatan ini. Selain membuka kegiatan, ia juga memberikan sedikit sambutan kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, WR III berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar kepada mahasiswa, terlebih digelar pada bulan Ramadan ini. Dengan demikian, para mahasiswa nantinya akan memiliki kemampuan menulis yang berguna, khususnya dalam hal penulisan jurnalistik.

“Semoga kegiatan Gerakan Santri Menulis ini bisa benar-benar manfaat bagi seluruh mahasiswa yang hadir di sini sebagai peserta. Terlebih, kita menuntut ilmu ini di bulan Ramadan. Sehingga harapannya, ilmu yang kita dapatkan di kegiatan ini nantinya bisa menjadi berkah dan mampu meningkatkan kemampuan penulisan jurnalistik para mahasiswa,” ucapnya.

Acara Gerakan Santri Menulis ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, H. Muh. Mualim, M.Pd.I. dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji. Sementara itu, perwakilan dari Suara Merdeka selaku pengisi adalah Agus Toto Widyatmoko (Pemimpin Redaksi Suara Merdeka), H. Imam Nuryanto (Kepala Perwakilan Solo Suara Merdeka), beserta beberapa penulis dari Tim Harian Suara Merdeka.

Ketua MUI Jawa Tengah ikut memberikan sedikit pesan kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa para mahasiswa yang masih muda ini harus bisa menulis karena tulisan bisa menjadi amal dan ilmu yang bermanfaat. Terlebih lagi, tulisan tersebut merupakan tulisan yang memuat nilai-nilai dakwah. Dengan demikian, tulisan itu nantinya tidak hanya menjadi kenang-kenangan bagi anak-cucu, tetapi juga mampu menjadi amal jariyah.

"Para peserta di sini masih sangat muda. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan menulis. Tulisan ini nantinya akan menjadi amal dan ilmu yang bermanfaat, apalagi kalau tulisan itu memuat nilai-nilai dakwah. Nantinya, tulisan itu tidak hanya menjadi kenang-kenangan bagi anak-cucu, tetapi juga amal jariyah," ujar KH. Ahmad Darodji. (Editor: Zaki) Foto: Ded/Ang/Dand