
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar tentang indexing jurnal ke Scopus pada acara Konferensi Internasional Pengelolaan Jurnal yang digelar di Ruang Teater Lt. 2 Gedung SBSN pada Rabu (5/11/2025). Pada acara kali ini, UIN Surakarta mendatangkan pembicara langsung dari Malaysia, yaitu Associate Prof. Dr. Muhammad Ikhlas Rosele. Pembahasan yang disampaikan oleh Prof. Ikhlas kali ini bertajuk “Indexed Articles and Journals: The Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya Experience”.
Dalam materi yang ia sampaikan selama 40 menit itu, Prof. Ikhlas sempat menyampaikan bahwa ada tiga tantangan utama yang sering dihadapi oleh penerbitan jurnal studi Islam. Tantangan pertama adalah kendala bahasa. Selama ini, referensi studi Islam kebanyakan menggunakan bahasa Arab yang terkadang sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Lalu, tantangan selanjutnya yang sering dihadapi oleh pengelola jurnal studi Islam adalah komitmen dan konsistensi tim editorial. Masalah pendanaan, sumber daya manusia, dan infrastruktur sering mempengaruhi hal ini. Adapun tantangan terakhir adalah masih adanya dikotomi studi Islam tradisional dan modern. Hal ini kerap membuat studi Islam sulit diterima karena dinilai masih terlalu tradisional dengan kondisi dunia yang sudah modern.

“Sejauh ini, masih ada tiga tantangan utama pengelola jurnal studi Islam. Kalau saya sampaikan secara singkat, tiga tantangan utama itu adalah perbedaan bahasa, konsistensi tim editorial, dan adanya dikotomi antara tradisional serta modern. Hal-hal ini yang selama ini menjadi tantangan utama yang benar-benar kompleks bagi para pengelola jurnal studi Islam,” ucap Prof. Ikhlas dalam bahasa Melayu.
Meski demikian, Head of Department of Fiqh-Usul and Applied Sciences Universiti Malaya itu menyampaikan ada lima hal yang bisa menjadi kunci bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar bisa melakukan pengelolaan jurnal studi Islam hingga tembus Scopus. Lima hal tersebut adalah budaya penelitian totalitas, akses bahasa internasional, integrasi teknologi, pembentukan jejaring internasional, dan penggunaan pendekatan modern serta tradisional secara berkesinambungan.
“Ada lima hal yang sebenarnya menjadi kunci bagi PTKIN di Indonesia sehingga bisa membuat jurnal studi Islam mereka terindeks di Scopus. Yang pertama adalah adanya budaya totalitas dalam proses penelitian, akses ke bahasa internasional, integrasi teknologi, membangun jejaring internasional, dan yang terakhir harus seimbang dalam menggunakan pendekatan tradisional serta modern. Kalau lima hal ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, maka target untuk mencapai indeks Scopus Insya Allah akan bisa benar-benar tercapai,” jelas Prof. Ikhlas. Pemaparan materi dari Prof. Ikhlas ini diharapkan mampu membuat UIN Surakarta semakin termotivasi untuk bisa terus menambah jurnal yang terindeks Scopus pada masa mendatang. (Zaki/Humas) Foto: Mastr