Loading...

UIN Surakarta Bahas Timur Tengah di Seminar Internasional

19 Januari 2026 14:05 WIB 143
Baca

UIN SURAKARTA - Bertajuk "The Middle East and the Emerging Global Order : Challenges, Transitions, and the Strategic Role of Middle Powers" pada Senin siang ini (19/1/2026), UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menggelar Seminar Internasional yang menghadirkan para tokoh dari dalam maupun luar negeri. Seminar setengah hari yang diselenggarakan di Ruang Teater Gd. SBSN UIN Surakarta komplek kampus Pucangan Kartasura menghadirkan akademisi internal kampus dan ekternal yang berasal dari Yaman.

Dalam acara yang diinisiasi oleh Fakultas Syariah ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, yang membuka sekaligus memberikan orasi ilmiahnya di hadapan para peserta yang mengikuti rangkaian seminar secara daring maupun luring. Para pimpinan kampus yang hadir adalah Rektor Prof. Toto Suharto, Wakil Rektor I Prof. Zainul Abas, Wakil Rektor II Dr. Lukman Fauroni, dan Wakil Rektor III Dr. Abdullah Faishol, serta Dekan Fakultas Syariah Prof. Muhammad Nasirudin. Hadir juga para peserta dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan para mahasiswa lintas fakultas.

Membuka orasi ilmiahnya, Syekh Ahmad bin Muhammad Al Umari selaku perwakilan dari The Peace Ulama of Yemen membuka rangkaian orasi ilmiah dalam seminar kali ini. Dirinya secara gamblang menjelaskan tentang keindahan Islam dan ajaran yang diajarkan kepada seluruh pemeluknya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Seraca rinci, Syekh Ahmad mengatakan bahwa Islam mengajarkan bukan hanya tentang bagaimana memahami tentang agama ini pada pemeluknya, akan tetapi juga mengajarkan cara bersikap yang baik kepada pemeluk agama lain. 

Dalam sambutan sekaligus orasi ilmiahnya, Rektor UIN Surakarta memberikan empat poin yang menjadi konsennya yaitu: konsep middle power di mana Indonesia termasuk di dalamnya, daftar negara-negara yang dikatakan sebagai middle power (termasuk diantaranya UIN Surakarta). kebijakan politik luar negeri Indonesia yang dikenal sebagai politik bebas dan aktif, serta potensi yang dimiliki oleh Indonesia sebagai salah satu middle power yang memiki potensi untuk memediasi konflik yang ada. Mengakhiri sambutannya, Rektor memberikan pantun dalam Bahasa Indonesia:

UIN Surakarta adalah kampus terkemuka, 
Glokalisasi menjadi programnya, 
Berharap Palestina menjadi negara merdeka, 
Dukungan Indonesia tak ada hingganya.

(Editor: Tris/Zaki) Foto : Angga/Nugroho/Zaki.