SINAR-Senin, (22/5/2023) hari pertama kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan PWN PTK XVI 2023 IAIN Sultan Amai Gorontalo langsung di buka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Kak Yaqut Cholil Qoumas. Di malam harinya Kontingen UIN Raden Mas Said Surakarta berkesempatan untuk menampilkan Pentas Seni Budaya Nusantara dengan judul pentas seni Tarian Pergaulan Soloraya. Penampilan pentas seni kontingen UIN Raden Mas Said Surakarta mengkolaborasikan 2 tarian khas dari eks- Karesidenan Surakarta yakni Tari Gambyong dan Tari Topeng Ireng.
Tari Gambyong merupakan salah satu bentuk tarian Jawa klasik yang berasal muka dari wilayah Surakarta. Tari Gambyong biasanya dibawakan untuk pertunjukan atau menyambut tamu. Tarian dahulunya digarap oleh Seniman Tari pada masa pemerintahan Pakubuwana IV tahun 1777-1820. Lebih lanjut kini tarian ini telah di perhalus dan menjadi populer dan biasa di tampilkan di hadapan para tamu di lingkungan Istana Mangkunegaran.
Sedangkan Tari Topeng Ireng berasal dari tarian di lereng gunung Merbabu dan merapi yang terinspirasi dari Tari dayak tetapi di kreasikan menjadi sebuah tarian oleh masyarakat Lereng gunung Merbabu dan merapi. Gerakan Tari Topeng Ireng tercipta karena dahulu masyarakat lereng gunung Merbabu dan merapi kala itu dilarang untuk berlatih silat oleh Belanda dan masyarakat tersebut berinisiatif untuk berlatih silat lewat gerakan Tari Topeng Ireng oleh karena itu gerakan Tari Topeng Ireng ada gerakan menangkis, menendang, menyerang dan bertahan.
Hingga pada akhir penampilan Pentas Seni Budaya Nusantara, Kontingen UIN Raden Mas Said Surakarta berjalan dengan meriah dan sukses dan para penonton pun berdecak kagum hingga memberikan tepuk tangan serta sorakan yang meriah. (Nug/Humas)
Said Muda Bermental Juara !!! UIN Surakarta Raih Prestasi Esport di UML S3 2026
11 jam yang lalu - Umum100 Calon Mahasiswa Internasional UIN Surakarta Lolos Tahap Akhir Seleksi
2 hari yang lalu - Umum