
UIN SURAKARTA - Pagelaran ilmiah keislaman terbesar di Indonesia, The 24th Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025 telah digelar dengan lancar. Acara memasuki agenda penutupan pada Kamis (30/10/2025) di Depok. Acara penutupan ini langsung dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag), Prof. KH. Nasaruddin Umar. Menag langsung menghadiri acara penutupan ini setelah melakukan kunjungan ke Vatikan untuk bertemu dengan Paus Leo XIV.
Sebelum menutup kegiatan AICIS+ 2025, Menag sempat memberikan sedikit sambutan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara penutupan kali ini. Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin sempat menyampaikan sedikit tentang hasil pertemuannya dengan Paus Leo XIV ketika melakukan kunjungan ke Vatikan. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang istimewa karena mampu menjembatani banyak agama dalam satu negara. Hal itu membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Selain itu, Menag juga berpesan agar acara-acara seperti AICIS+ 2025 ini bisa terus dilestarikan. Hal ini dikarenakan AICIS+ 2025 merupakan forum keilmuan dan keislaman terbesar yang ada di Indonesia saat ini. Tidak hanya melibatkan para peneliti dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara tetangga. Kegiatan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia bisa menjadi pusat peradaban Islam dunia, baik dari segi sosial maupun segi keilmuan.
“Acara AICIS+ 2025 ini bisa menjadi peluang besar bagi Indonesia karena merupakan forum keilmuan dan keislaman terbesar di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan banyak peneliti dari berbagai negara. Hal ini bisa menjadi awal bagi Indonesia untuk menjadi pusat peradaban Islam di dunia, tidak hanya dari segi sosial, tetapi juga segi keilmuan,” ucap Menag. (Zaki/Humas) Foto: DD/Zaki