Loading...

Tanggapi Postingan Medsos Viral, Begini Sikap UIN Surakarta

25 Maret 2026 12:18 WIB 576
Baca

UIN SURAKARTA - Viral di medsos tentang netizen yang meminta agar UIN berhenti mencetak lulusan, tak urung memicu reaksi di mana baik kalangan akademisi maupun non akademisi. Secara umum reaksi ketidaksetujuan terhadap postingan tersebut muncul meski tidak bisa dipungkiri munculnya para "kompor" yang setuju dengan postingan tersebut.

Di sela-sela aktifitasnya menemui para tamu yang bersilaturahmi di kediamannya, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) Prof. Toto Suharto memberikan tanggapan secara khusus mengenai hal ini. Secara umum dirinya menyatakan perbedaan pendapat dengan akun yang memposting hal itu. Namun pihaknya ingin memberikan catatan terhadap hal tersebut.

"Menurut saya, postingan tersebut secara umum memberikan gambaran kurang bagus terhadap lulusan UIN meski tanpa menyebut kampus tertentu" ujar Rektor. Meski oleh sebagian orang hal tersebut bisa dikategorikan sebagai kritik, akan tetapi sangat disayangkan bahwa justru pernyataan itu menjadi blunder. "Seharusnya kritik yang bagus adalah disampaikan secara langsung ke pihak yang berkompeten secara langsung terhadap permasalahan tersebut lengkap dengan data dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan validitasnya."

Prof. Toto secara langsung menyatakan bahwa apa yang disampaikan hingga viral tersebut tidak bisa dinyatakan akurat tanpa data dan bukti yang jelas. "Saya kira kita semua sudah sangat paham jika tanpa data dan bukti yang jelas maka akan dipertanyakan akurasinya." 

Menurut Rektor, kalangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terdiri dari STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri), IAIN (Institut Agama Islam Negeri), dan UIN (Universitas Islam Negeri) setiap saat selalu berpacu untuk meningkatkan kualitas baik dalam penyelenggaraan perkuliahan hingga memastikan lulusannya bisa memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam yang dibuktikan dengan tingginya lulusan yang terserap di pasar kerja. "Terserapnya para lulusan di pasar kerja yang kompetitif adalah salah satu tolok ukur dalam penilaian akreditasi Perguruan Tinggi. Semakin kesini, semakin banyak PTKIN yang terakreditasi Unggul. Hal tersebut mencerminkan kualitas dalam penyelenggaraan perkuliahan dan juga kualitas lulusannya yang semakin terserap ke pasar" tandas Prof. Toto. (Editor : Tris) Foto : Mastr/Zaki