UIN SURAKARTA- Sastra Inggris Mendunia: Intercultural Festival Hadirkan Budaya 8 Negara & Seminar Internasional. Program Studi Sastra Inggris UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencuri perhatian publik dengan gelaran Intercultural Festival INFEST 2025, sebuah ajang budaya dan akademik berskala internasional yang diselenggarakan di Aula Yosodipuro, Fakultas Adab dan Bahasa lantai 4, Rabu (3/12/2025). Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa ini merupakan puncak proyek Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Intercultural Communication, yang diampu oleh Dr. Nur Asiyah dan Wildi Adila, M.A.
Gambar: Foto bersama International Lecture (INFEST 2025) UIN Surakarta, Sukoharjo, Rabu, (3/12/2025)
INFEST 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Hj. Woro Retnaningsih yang tampil anggun mengenakan busana khas India. Dalam sambutannya, Prof. Woro menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memahami budaya lintas negara secara langsung. “Acara ini mengakomodir bakat mahasiswa dan memperkuat kompetensi mereka dalam memahami keberagaman budaya dunia,” ujarnya. Hadir pula dalam acara tersebut: Ketua Panitia, Attala Bintang Setiawan, Ketua Jurusan Sastra, Dr. M. Zainal Muttaqien, Sekretaris Jurusan, Muhammad Nur Kholis, M.Pd. I, Wakil Dekan II, Dr. H. Zainal ‘Arifin, Wakil Dekan III, Dr. Aly Mashar, M. Hum. Para dosen dari Prodi Sastra Inggris, dan Perwakilan Mahasiswa Asing. Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari para sposor dan Media patner.
Gambar: Foto bersama International Lecture (INFEST 2025) UIN Surakarta, Sukoharjo, Rabu, (3/12/2025)
Setelah seremoni pembukaan, INFEST 2025 menampilkan parade budaya berupa fashion show internasional. Mahasiswa mengenakan kostum khas delapan negara, Prancis, Monaco, Rusia, Meksiko, China, Italia, Turki, dan Jerman, yang langsung memukau para penonton. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan budaya negara masing-masing melalui stand etnik, kuliner khas, pertunjukan tari, mini drama, hingga demo table manner. Keahlian mahasiswa dalam mengemas negara masing-masing tampak dalam berbagai kategori penghargaan seperti: Best Stand: Turkey, Best Cuisine: Italy, Best Presenter: Mexico, Best Costume: China, The Most Supportive Group: Russia, The Most Disciplined Team: France, Best Fashion Show: Germany, Best Performance: Monaco.
Gambar: Foto bersama Para Dosen Prodi Sastra Inggris, para kegiatan International Lecture Series bertema Global Muslim Literature, Sukoharjo, Rabu, (3/12/2025)
Gambar: Foto bersama International Lecture Series bertema Global Muslim Literature, Sukoharjo, Rabu, (3/12/2025)
Selain menampilkan kreativitas budaya, INFEST 2025 juga menghadirkan sisi akademik melalui International Lecture Series bertema Global Muslim Literature. Dua narasumber hadir memberikan perspektif global tentang posisi sastra Muslim dalam dialog lintas budaya, yaitu Prof. Danielle Haque dari Minnesota State University, Amerika Serikat, dan Dr. Hasnul Insani Djohar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sesi ilmiah ini dipandu langsung oleh Dr. Nur Asiyah, S.S., M.A., dan menjadi salah satu highlight yang memperkuat karakter akademik dari INFEST. Menuju akhir acara, panitia mengumumkan Juara Umum INFEST 2025: Meksiko Juara 1, China Juara 2, dan Monaco Juara 3. INFEST 2025 ditutup dengan foto bersama seluruh dosen, panitia, dan peserta. Festival ini bukan hanya menjadi panggung kreativitas mahasiswa, tetapi juga membuktikan bahwa Sastra Inggris UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki kapasitas untuk menghadirkan perhelatan budaya dan akademik bertaraf internasional. Melalui INFEST 2025, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar “mendunia” dengan pengalaman lintas budaya yang nyata. "Alhamdulillah dengan terselenggaranya INFEST 2025, kita menargetkan di penyelenggaraan selanjutnya akan lebih banyak lagi negara yang terlibat di dalamnya" Kata Prof. Woro melalui media perpesanan. (Nug/Mastr/ Humas) Foto: Mastr/Nug/Istimewa