
UIN SURAKARTA - Berkembangnya kampus UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) dalam berbagai hal baik secara fisik berupa sarana dan prasarana, harus diimbangi juga dengan realitas kuantitas jumlah mahasiswa yang studi di satu-satunya kampus kegamaan Islam negeri di wilayah Solo raya. Oleh karenanya perlunya dilakukan sinkronisasi demi peningkatan jumlah mahasiswa.
Siang ini (Senin, 22/12/2025) sejumlah pimpinan kampus yang meliputi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, para Dekan Fakultas, tim admisi, dan Humas, hadir di Gedung Admisi di Komplek UIN Surakarta kampus Pucangan Kartasura untuk melakukan softlaunching Gedung Admisi yang baru. Gedung yang terletak persis di depan gedung rektorat ini, diharapkan mudah untuk diakses oleh siapapun yang memerlukan informasi tentang penerimaan mahasiswa baru baik jenjang sarjana (S1) maupun pascasarjana (S2 & S3).
Dalam sekilas sambutannya, Prof. Zainul Abas selaku WR I yang membidangi masalah akademik dan pengembangan kelembagaan mengatakan tentang target penerimaan mahasiswa baru di tahun 2026, "Kitar targetkan tahun depan akan bisa menerima sejumlah 4445 mahasiswa sarjana dan sekitar 290 mahasiswa pascasarjana." Dirinya juga mengatakan bahwa untuk bisa memenuhi target yang ditetapkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan semua pihak melalui tim admisi. "Kita juga membutuhkan banyak dukungan dari semua pihak, salah satunya terkait dengan beasiswa untuk para mahasiswa baik jenjang sarjana maupun pascasarjana" tegas WR I.

Dr. R. Lukman Fauroni selaku WR II yang hadir mewakili Rektor yang sedang berada di Jakarta menegaskan beberapa hal, "Adanya admisi ini mendapat dukungan penuh dari Rektor." "Meskipun admisi ini seharusnya jalan sejak dulu, tapi karena adanya efisiensi anggaran maka jalannya jadi terlambat" imbuh WR II. Dirinya meyakini bahwa ikhtiyar yang kenceng akan bisa mendapatkan hasil yang kenceng juga. Lukman juga meminta bahwa bukan hanya ikhtiyar saja yang kenceng, akan tetapi juga bisa memberikan informasi kepada siapa saja yang datang ke kampus ini melalui admisi.
Lebih jauh WR II juga menyadari tentang bagaimana agar kerja admisi lebih masif, maka dirinya selaku WR II berkomitmen untuk supportsesuai dengan bidangnya dengan menganut prinsip "ikan sepat ikan gabus - lebih cepat lebih bagus". Lukman melihat admisi menjadi penting karena adanya problem yang dihadapi oleh semua perguruan tinggi yaitu soal turunnya peminat yang mendaftar. "Kondisi anak-anak muda sekarang beda makanya perlu survey untuk memahami habbit (kebiasaan - red.)" lanjutnya. Dalam hal ini habbit yang dimaksudkan adalah habbit mereka dalam konteks apa yang mereka kehendaki. Masih menurut Lukman, sekarang ini adanya kecenderungan mahasiswa mencari info melalui tiktok (medsos - red.). Oleh karenanya perlu dilakuakan survey lewat mahasiswa semester baru tahun kemarin, bagaimana cara mereka mendapat info tentang segala sesuatu termasuk tentang kampus ini. Lukman juga meminta masukan dari para dekan yang hadir agar apa yg dilakukan ini bisa on the track dan tepat sasaran, "Juga tentang bagaimana agar kerja tim ini semakin baik sehingga prodi-prodi yang peminatnya masih kurang agar segera dicari solusinya." (Tris/Humas) Foto : Zaki/Mastr