Loading...

Simak Orasi Ilmiah 3 Guru Besar Baru UIN Surakarta

6 Februari 2026 12:02 WIB 168
Baca

UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) baru saja mendapatkan suntikan tenaga baru dalam susunan anggota senatnya. Hal itu dipastikan setelah sebanyak tiga guru besar baru UIN Surakarta dikukuhkan pada hari ini, Jumat (6/2/2026), di Gedung Graha. Pengukuhan tersebut langsung dipimpin oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, Ketua Senat, Prof. Giyoto, dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag), Prof. Amin Suyitno.

Sebelum dikukuhkan, tiga guru besar baru UIN Surakarta menyampaikan orasi ilmiahnya masing-masing. Orasi ilmiah pertama disampaikan oleh Prof. Zainul Abas selaku Guru Besar Ilmu/Kepakaran Teologi Islam Indonesia. Dengan artikel ilmiahnya yang berjudul Mengarusutamakan Ekoteologi untuk Mencegah Krisis Lingkungan (Diskursus Divine, Human, and Eco-Theology), Prof. Abas memberikan penekanan tentang pentingnya pemahaman ekoteologi dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang ada saat ini.

“Ekoteologi adalah sebuah konsep yang menekankan hubungan harmonis antara Tuhan, Alam, dan Manusia. Konsep ini sangat berguna apabila kita terapkan bersama dalam menghadapi krisis lingkungan yang saat ini terjadi. Pemahaman bahwa melestarikan lingkungan merupakan bagian dari teologi Islam harus terus dibumi dan diarusutamakan agar seluruh lapisan masyarakat sadar tentang pentingnya konsep ini,” ucapnya.

Sementara itu, guru besar yang kedua, Prof. Andi Arif Rifa’i, mendapatkan gelar Guru Besar Ilmu/Kepakaran Administrasi Pendidikan dengan judul artikel ilmiah Dekonstruksi Formalisme Mutu Pendidikan: Membangun Budaya Peningkatan Berkelanjutan di Perguruan Tinggi. Dalam penyampaiannya, Prof. Andi Arif melakukan telaah kritis tentang pudarnya semangat peningkatan kualitas mutu pendidikan di perguruan tinggi. Ia menilai bahwa penjaminan mutu pendidikan di perguruan tinggi saat ini hanya formalitas belaka.

“Munculnya dekonstruksi terhadap formalisme mutu pendidikan menggelitik jiwa kritis saya untuk menulis artikel ilmiah tentang ini. Saya berharap telaah kritis yang saya lakukan ini bisa menjadi semangat awal untuk kembali menekankan pentingnya keseriusan dalam menyikapi mutu pendidikan tinggi,” ujar Prof. Andi Arif.

Lalu, untuk guru besar yang ketiga adalah Prof. Zaidah Nur Rosidah yang merupakan Guru Besar Ilmu/Kepakaran Hukum Perlindungan Konsumen. Ia menyoroti tentang pentingnya penjaminan keamanan dan keselamatan konsumen Muslim dalam artikel ilmiah yang berjudul Koherensi Pengaturan Jaminan Pangan Halal untuk Keamanan dan Keselamatan Konsumen Muslim. Dalam ulasannya, Prof. Zaidah menyoroti pentingnya jaminan perlindungan konsumen, khususnya pada konsumen Muslim, tentang jaminan pangan halal. Hal ini penting mengingat makin beragamnya bahan masakan yang masuk ke dalam makanan tanpa jaminan kehalalan.

“Dalam artikel saya, saya ingin menyampaikan bahwa pengaturan jaminan pangan halal untuk keamanan dan keselamatan konsumen Muslim sangat penting. Terlebih lagi, makin beragamnya bahan makanan yang saat ini bahkan kita kurang tahu apakah bahan yang ada di sana benar-benar halal atau tidak. Tentu hal ini membuat jiwa kritis saya ingin menelaah tentang hal ini,” ungkapnya.

Setelah menyampaikan orasi ilmiah satu per satu, ketiga guru besar baru UIN Surakarta tersebut dikukuhan secara langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag, diikuti oleh Rektor serta Ketua Senat UIN Surakarta. Dengan pengukuhan ini, UIN Surakarta resmi memiliki tiga guru besar baru yang diharapkan mampu membawa khazanah keilmuan yang makin luas ke dalam dunia akademik kampus. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Angga/Dand/Ded/Mastr