
UIN SURAKARTA - "Setiap tahun salah satu yang penting untuk dilaksanakan adalah Penerimaan Mahasiswa Baru" Mengawali sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta), Dr. Zainul Abas di depan tamu dari Bandung di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat kampus Pucangan Kartasura. Abas menjelaskan bahwa kehadiran para tamu adalah dalam rangka memberikan ilmunya terkait dengan permasalahan seputar penerimaan mahasiswa baru (PMB). "Terkait dengan data agar bisa disimpan di PDDIKTI dengan cepat dan permasalahan terkait UKT (uang kuliah tunggal - red) adalah yang cukup krusial saat ini." WR I berharap agar seluruh peserta forum ini bisa belajar banyak dari para pembicara yang sengaja diundang khusus terkait dengan PMB. "Sebenarnya sejak dulu UIN Surakarta sudah menyiapkan program untuk itu, tetapi karena perkembangan teknologi yang sangat cepat maka kita semua perlu belajar banyak" papar WR I sesaat sebelum membuka acara sharring session siang ini (Selasa, 3/6/2025). Mengakhiri sambutannya, WR I berharap manfaat dari kegiatan siang ini, "Semoga pertemuan ini membawa keberkahan bagi kita semua."
Kegiatan sharing session siang ini menghadirkan para tamu dari Bandung yang khusus menangani tentang masalah penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan aplikasi khusus. Hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh personil Humas, Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), pejabat dekanat dan para Kabag TU dari 5 fakultas, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan Rektorat. Sebagai narasumber dari Bandung yaitu Muhammad Irfan, Ph.D., Piscal Pratama Putra, S.T., dan Alfi Gusman, S.T. Kegiatan yang berjudul Revitalisasi Integrasi Registrasi dan Grading UKT ini bertujuan agar terus terjadinya peningkatan layanan secara akademik dan non akademik di UIN Surakarta.

Mengantarkan sesi pemaparan, Kepala TIPD UIN Surakarta, Prof. Abdul Matin Bin Salman, mengungkapkan bahwa di UIN Surakarta terdapat beberapa kendala terkait dengan PMB, "Ada beberapa kendala yang kita hadapi yaitu terkait validasi dan pelaporan". Dirinya menjelaskan bahwa validasi yang dilakukan secara manual serta pelaporan yang masih belum secara aplikasi membuat beberapa catatan tersendiri. Disamping itu, lanjutnya, untuk penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Surakarta perjalanannya sangat panjang, dari mulai sejak verifikasi sampai sanggah dan penetapannya. Untuk itu Kepala TIPD berharap bisa belajar banyak di hari ini untuk menemukan solusi yang lebih baik lagi.
"Saya contohkan di Bandung, kami menggunakan aplikasi DAMBA yang berarti Pendaftaran Mahasiswa Baru" ungkap Irfan sebagai narasumber mengawali paparannya. Dirinya menjelaskan bahwa setelah calon mahasiswa dinyatakan lulus pada penerimaan awal, mereka diarahkan ke DAMBA untuk melakukan daftar ulang sampai akhirnya ditemukan data kelulusan mereka. "Berikutnya akan muncul akan muncul isian yg dibutuhkan oleh sistem internal sekaligus data yang diinginkan oleh PDDIKTI." Yang dimaksud oleh Irfan data yang dibutuhkan oleh sistem adalah data kelengkapan pribadi serta beberapa berkas sebagai tolok ukur penentuan Grading UKT. Setelah semua data yang diperlukan sudah dimasukkan ke dalam aplikasi DAMBA, saatnya penentuan Grading UKT, dibuktikan dengan munculnya Surat Keterangan Penetapan Uang Kuliah Tunggal. "Semua proses ini by system, artinya tanpa intervensi manual" kata Irfan. Dirinya juga mengatakan bahwa penetapan grade UKT sudah melalui penghitungan yang rigid dan kemudian ditetapkan dengan memasukkan angka tersebut ke sistem aplikasi. (Tris/Humas) Foto : Mastr/Nugroho