
UIN SURAKARTA - "Baru pertama kali seminar go green tentang isu lingkungan yang ada di UIN Surakarta yang diselenggarakan oleh Dema" kata Ahmad Fadli selaku perwakilan dari pengurus Dema (Dewan Mahasiswa). Dirinya menerangkan bahwa kegiatan seminar ini merupakan koolaborasi antara bank sampah yang dikelola DWP (Dharma Wanita Persatuan) dengan Dema UIN Surakarta. Fadli berharap kedepannya ada langkah-langkah kongkrit yang akan dibahas di acara ini.

Bertempat di Ruang Aula Gd. SBSN Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) komplek kampus Pucangan Kartasura, pagi sampai siang ini (Senin, 17/6/2025) berlangsung Seminar Nasional Green Campus. Kegiatan sehari yang menghadirkan para ahli di bidang pengelolaan sampah sebagai barasumbernya ini, diikuti oleh sekitar 200-an peserta. Dengan mengambil tema "Selamatkan bumi : kelola sampah utk masa depan berkelanjutan", kegiatan ini sebagai bagian dari edukasi kepada seluruh mahasiswa UIN Surakarta dan masyarakat umum untuk memulai sikap kritis dan peka terhadap permasalahan sampah yang dimulai dari dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Memberikan sambutan sesaat sebelum membuka acara secara resmi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Dr. Abdullah Faisol menceritakan pengalamannya sewaktu mengikuti kegiatan di Sumatera beberapa waktu yang lalu. "Ketika itu ada salah seorang tokoh nasional yang mengambil puntung korek dan membuangnya ke tempat sampah." WR III yang sekaligus adalah salah satu Kyai di Sukoharjo ini, lebih lanjut menjelaskan bahwa hal tersebut seolah sepele padahal sebenarnya adalah ciri pribadi dengan sensitifitas yang tinggi terhadap sampah. "Kalau sensitifitasnya tinggi maka akan mulai dari kecil. Maka tinggal bagaimama membangun kesadaran di sekitar kita." Faisol sangat berharap sensitifitas dan kesadaran tentang pengelolaan sampah juga bisa dimiliki oleh seluruh mahasiswa UIN Surakarta. Bahkan menurut Faisol, pihaknya sudah merancang salah satu program di tahun depan berupa pemberian beasiswa yang rencananya bernama Beasiswa Green House Hidroponik, "Beasiswa tersebut akan menjadi beasiswa produktif." Menurutnya akan ada sekitar 200 juta rupiah yang bisa dimanfaatkan untuk beasiswa pendampingan dalam rangka mendidik mahasiswa agar punya kemandirian dalam menanam, mengelola hasil, dan tujuan akhir membuat lapangan kerja. "Saya bangga mahasiswa sadar lingkungan dan mendidik dirinya sendiri untuk lebih peka terhadap isu lingkungan." "Semoga kegiatan seminar green campus hari ini sukses" pungkas WR III. (Tris/Humas) Foto : Mastr