
UIN SURAKARTA – Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Harokatuna Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Seminar Kaligrafi pada 11 Maret 2026 di Aula Yosodipuro lantai 4. Kegiatan ini diikuti oleh 87 mahasiswa dari semester 2, 4, dan 6 sebagai bagian dari pengenalan organisasi sekaligus penguatan wawasan seni kaligrafi Islam.
KSM Harokatuna merupakan wadah pengembangan seni Islam di lingkungan fakultas yang mencakup bidang tilawah, kaligrafi, dan hadroh. Melalui seminar ini, peserta diajak memahami kaligrafi tidak hanya sebagai karya seni visual, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai-nilai Al-Qur’an yang memiliki dimensi estetika dan fungsi edukatif. Selain itu, kaligrafi juga dinilai memiliki peluang pengembangan di sektor pendidikan maupun ekonomi kreatif.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang teknik dasar pembuatan kaligrafi sekaligus melatih keterampilan peserta dalam seni tulis dan lukis. Penyampaian materi dipadukan dengan sesi praktik langsung agar peserta memperoleh pengalaman yang lebih aplikatif.
Acara diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., yang juga menjadi pembina KSM Harokatuna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan seni budaya Islam sebagai bagian dari identitas keilmuan mahasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menggali potensi dan bakat mahasiswa di bidang seni.
Materi seminar disampaikan oleh M. Abdul Irhas I. M., S.Pd., praktisi sekaligus pengajar kaligrafi yang memiliki pengalaman dalam pengembangan pembelajaran seni khat. Ia aktif membina kegiatan kaligrafi di berbagai jenjang pendidikan serta memiliki pengalaman berkarya di tingkat internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sesi pemaparannya yang berjudul “Goresan Wahyu: Menemukan Kedamaian dalam Seni Khat”, narasumber menjelaskan sejarah, konsep dasar, serta berbagai jenis kaligrafi beserta penggunaannya. Penjelasan tersebut dilengkapi dengan demonstrasi teknik penulisan kaligrafi sehingga peserta dapat memahami prosesnya secara langsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga terdorong untuk mengembangkan keterampilan kaligrafi secara berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk karya yang mendukung aktivitas akademik maupun nonakademik di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa. (Editor: Zaki) Foto: Istimewa