Loading...

Selain Sukses Buat Dialog Sesama Dewan Eksekutif Mahasiswa, DEMA UIN Surakarta Ini Juga Dapat Tamparan Keras Dari WR III

13 April 2026 16:00 WIB 68
Baca

UINSURAKARTA- Selain sukses selenggarakan dialog bersama dengan berbagai macam kegiatan mulai dari kebijakan pendidikan, strategi lolos beasiswa hingga pemberian "Awardee BIB", namun para Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Surakarta ini juga mendapatkan tamparan keras dari Wakil Rektor III yang hadir saat itu, Sukoharjo, Senin, (13/04/2026). Wakil Rektor III UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Abdullah Faishol, M.Hum. mengatakan bahwa mahasiswa harus selalu meningkatkan pemahaman terkait kebijakan pendidikan serta membuka wawasan mengenai peluang beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. "Selalu update informasi di berbagai platform media yang di miliki UIN Surakarta, agar tidak ketinggalan informasi", ungkapnya. Lebih lanjut, SEMA dan DEMA sebagai organisasi yang tinggi, di UIN Surakarta harus mampu menunjukkan dirinya sebagai organisasi yang profesional dan berintegritas", pungkasnya.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Surakarta juga berhasil membongkar rahasia sukses cara mendapatkan peluang beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Bertempat di Mini Teater P2B UIN Surakarta, Senin (13/04/2026). Kegiatan yang diawali opening speech oleh Ketua Panitia, Yuga Bayu Prabowo, Ketua DEMA UIN Surakarta, Fathan Riski Efendi, serta Wakil Rektor III UIN Surakarta, Dr. Abdullah Faishol, M.Hum., mendapatkan kesempatan bersama membuka acara, sebagai tanda dibukanya kegiatan Festival Pendidikan ini. Selanjutnya dilakukan prosesi simbolis berupa pemukulan gong oleh Wakil Rektor III., Dr. Abdullah Faishol, M.Hum.

Untuk memperkuat kegiatan tersebut, dihadirkan pula sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Abrori, M.S.I dan Rio Alfian Rasyid, S.E., Keduanya merupakan awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama (Kemenag LPDP). Rio Alfian Rasyid menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap substansi beasiswa. Dirinya menyampaikan bahwa calon pendaftar perlu memahami isi dan mekanisme beasiswa secara komprehensif, memperhatikan setiap detail proses seleksi, serta mampu menunjukkan nilai tambah sebagai bentuk daya saing.

Sementara, Abrori, M.S.I menyoroti pentingnya kekuatan niat dalam menempuh beasiswa. Ia mengajak peserta untuk meluruskan niat, mengevaluasi kekurangan diri, serta melengkapi kekurangan tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun personal branding sebagai upaya meningkatkan peluang diterima dalam program beasiswa.

Kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Pertanyaan seputar persyaratan, persiapan, serta jalur prestasi dan afirmasi dalam program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) menjadi topik yang paling hangat dalam dialog ini. Namun dalam sesi akhir, kedua narasumber juga meninggalkan pesan Kampus UIN Surakarta dan Panitia Kegiatan juga membentuk grup komunikasi seperti WhatsApp sesama penerima beasiswa, juga menginisiasi study club atau forum diskusi rutin terkait beasiswa. Harapannya, hal tersebut dapat menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri meraih beasiswa. (Editor: Nug) Foto: Istimewa/Zaky/Nug)