Loading...

Sambut Momen Idulfitri 1447 H, Menag Tekankan Harmoni dan Damai

13 Maret 2026 09:51 WIB 148
Baca

UIN SURAKARTA – Momen perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H semakin dekat. Perayaan hari besar keagamaan Islam ini menjadi salah satu fokus utama bagi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag). Namun, momen Idulfitri tahun ini bisa dibilang Istimewa. Pasalnya, momentum Hari Raya Idulfitri tahun berdekatan dengan dua hari besar keagamaan, yaitu Hari Raya Nyepi dan Paskah. Bagi Menteri Agama Republik Indonesia (Menag), Prof. KH. Nasaruddin Umar, momen ini justru menjadi peluang bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, momen berdekatannya perayaan hari besar 3 agama tahun ini merupakan momen untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Ia meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi para tokoh agama, uintuk menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. “Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag.

Menag menjelaskan bahwa setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal yang mendorong kehidupan sosial yang lebih baik. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idulfitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih. “Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” jelasnya.

Sejalan dengan semangat keharmonian dan kedamaian di momen Idulfitri 1447 H, Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, dan Masjid Ramah Pemudik. Harapannya, terbitnya Surat Edaran ini mampu memberikan kenyamanan dalam pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1447 H. (Editor: Zaki) Foto: Istimewa