SINAR-Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN RM Said Surakarta merilis buku antologi berjudul “Legawa” di UIN Raden Mas Sadi, Selasa (3/1).
Turut menulis dalam kata pengantar yakni Aktris dan Pembawa Acara Shahnaz Haque. Dalam kata pengantarnya ia menuturkan bahwa dunia akan merindukan perempuan sebagai agen perubahan. “Dunia akan merindukan perempuan sebagai agen perubahan. Maka keluarga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Ketika sebuah keluarga memiliki perempuan sebagai sumber kasih sayang, maka mereka akan menemukan jalan ke rumah,” tulis Shahnaz.
Ketua DWP UIN Raden Mas Said Surakarta, Sri Haryanti Mudofir mengatakan semoga buku ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menuliskan kisahnya walaupun tidak memiliki basic sebagai penulis.
Saya rasa semua orang dan semua perempuan bisa jika kita memiliki keinginan kuat dan motivasi untuk menulis. Setiap kisah bagi saya menarik apa pun kisahnya,” tambahnya.

Buku Legawa bercerita tentang proses setelah ikhtiar maksimal dan segala usaha dilakukan, ternyata harapan tidak sesuai ekspektasi. Maka manusia hanya bisa menyisihkan ruang untuk legawa dalam menghadapi segala situasi.
Untuk diketahui bahwa buku Legawa ini menjadi karya kedua DWP UIN Raden Mas Said. Sementara sebelumnya telah diterbitkan buku pertama berjudul Strong Mom. Dalam buku pertama lebih bercerita pada bagaimana perempuan-perempuan kuat untuk menghadapi hidup.
“Buku ini seperti buku berseri dari Strong Mom ke Legawa. Buku tersebut telah dicetak sekitar 200 eksemplar. Saat ini sudah lebih dari separuhnya terjual, dan masih tersisa beberapa buku untuk masyarakat luar yang ingin membeli,” terang Ketua Umum DWP UIN Raden Mas Said Surakarta Sri Haryanti Mudofir.

Sementara itu, Rektor UIN RM Said, Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan ibu-ibu DWP dipaksa untuk menulis, harapannya, DWP bersuara tentang dunia wanita terkait dengan pengalaman pribadi, rumah tangga, serta pengalaman hidup dalam menghadapi tantangan. Sesuai dengan judulnya Prof. H. Mudofir berharap jika pembaca mengalami cobaan dalam hidup harus legawa.
"Mudah-mudahan ini menjadi tradisi baik untuk lembaga. Ke depan ibu-ibu DWP harus kuat mendampingi suaminya yang sedang diberi mandat oleh bangsa menjadi pemimpin di lembaga pemerintah atau dimanapun. Karena pada dasarnya kekuatan suami terletak pada dukungan istri," pungkasnya.
Said Muda Bermental Juara !!! UIN Surakarta Raih Prestasi Esport di UML S3 2026
3 jam yang lalu - Umum100 Calon Mahasiswa Internasional UIN Surakarta Lolos Tahap Akhir Seleksi
2 hari yang lalu - Umum