Loading...

Rektor UIN Surakarta Tegaskan Empat Pilar Literasi Digital di Annual International Conference 2025

22 Juli 2025 08:13 WIB 245
Baca

Surakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Surakarta kembali menggelar Annual International Conference tahunannya yang kali ini berlangsung pada tanggal 21–25 Juli 2025 di Hotel Syariah Solo. Dengan mengusung tema “Cultural Resilience and Digital Literacy for a Diverse Society”, konferensi ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari dalam dan luar negeri dalam menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., yang menyoroti pentingnya literasi media sosial dalam dunia pendidikan.

“Tantangan terbesar saat ini bukan hanya mengakses teknologi, tetapi bagaimana mengimplementasikan penggunaan media sosial secara produktif dan edukatif di lingkungan pendidikan. Ini membutuhkan kebijakan, kesadaran, dan pembinaan yang menyeluruh,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Surakarta, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini bukan hanya ruang ilmiah, tetapi juga ajang mempererat hubungan batiniah dan intelektual antarinsan akademik.

“Ini bukan hanya forum akademik, tetapi juga silaturrahim, silatul fikr, dan silaturruh, tempat kita menyambung pemikiran dan ruh kebersamaan dalam membangun masa depan pendidikan Islam,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA), Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menyoroti pesatnya perkembangan teknologi sebagai tantangan nyata dalam dunia pendidikan.

“Kemajuan teknologi informasi adalah tantangan sekaligus peluang. Pendidikan tinggi dituntut tidak hanya adaptif, tapi juga inovatif dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal,” jelasnya.

Puncak sambutan disampaikan oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., yang menekankan pentingnya pemahaman literasi digital yang komprehensif. Ia menggarisbawahi empat pilar literasi digital sebagai fondasi utama membentuk masyarakat digital yang sehat dan inklusif.

“Literasi digital hari ini mencakup empat pilar utama: kecakapan digital (digital skills), keamanan digital (digital safety), budaya digital (digital culture), dan etika digital (digital ethics). Empat pilar ini menjadi fondasi bagi kita untuk berselancar di dunia digital, termasuk AI, dengan tetap berbudaya dan bertradisi, sehingga kemanusiaan kita tetap terjaga dan terus dijaga,” tegas Prof. Toto.

Kegiatan akademik tahunan ini diikuti oleh 92 pemakalah dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia, serta menghadirkan panelis internasional dari Malaysia dan Mesir, menjadikannya forum ilmiah yang kaya perspektif dan penuh semangat kolaboratif lintas negara. Rangkaian kegiatan meliputi plenary session, parallel session, workshop, dan forum kolaborasi riset. Fokus pembahasan mencakup budaya lokal dalam masyarakat global, etika digital, inovasi pembelajaran, dan transformasi ilmu adab dalam masyarakat digital.

UIN Surakarta menegaskan bahwa konferensi ini bukan hanya rutinitas akademik tahunan, melainkan kontribusi nyata dalam membentuk arah pendidikan Islam yang modern, inklusif, dan berdaya saing global. (Riza/Sekpim) Foto: Zaki/Angga