
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menggelar wisuda ke-59 hari kedua dengan tajuk Spirit Ekoteologi Menuju Glokalisasi Kampus di Gedung Graha pada Rabu (16/7/2025). Pada hari kedua ini, UIN Surakarta melepas 818 wisudawan yang terdiri dari tingkat sarjana, magister, dan doktoral. Ada tiga fakultas yang diwisuda pada hari ini, yaitu Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD), Fakultas Syariah (Fasya), dan Fakultas Ilmu Tarbiyah. Sebanyak 188 wisudawan berasal dari FUD, 234 wisudawan berasal dari Fasya, dan 329 wisudawan berasal dari FIT. Selain itu, ada juga 55 wisudawan dari program magister dan 12 dari program doktoral.
Dalam wisuda tersebut, tidak lupa Rektor UIN Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, memberikan sambutan. Berbeda dengan hari pertama, Prof. Dr. H. Toto menyampaikan tema yang berbeda. Jika sebelumnya Rektor menyampaikan 3 pesan berharga, maka pada hari kedua ini ia membeberkan 4 kebiasaan yang sudah hilang di peradaban Islam. Empat kebiasaan yang dimaksud adalah bertanya, membaca, berpikir, dan menulis.
“Kalau sebelumnya saya menyampaikan tiga hal penting untuk para wisudawan, hari ini saya ingin membahas soal empat kebiasaan yang sudah hilang di peradaban Islam. Apa itu? Empat kebiasaan itu adalah bertanya, membaca, berpikir, dan menulis. Empat hal ini yang sudah hilang dari peradaban Islam saat ini. Oleh karena itu, para wisudawan ini saya harapkan bisa menghidupkan empat kebiasaan itu lagi,” ucapnya.
Menurut Rektor UIN Surakarta, empat kebiasaan itu akan membantu para wisudawan ketika terjun ke dunia karier nanti. Karena bagaimanapun, kegiatan bertanya, membaca, berpikir, dan menulis akan sangat bermanfaat ketika bekerja nanti. “Empat kebiasaan ini sebenarnya sangat penting bagi kalian. Hal-hal ini perlu kalian camkan, tanamkan, dan pegang selama berkarier nanti. Dengan demikian, kalian tidak hanya akan menjadi insan-insan yang berkualitas, tetapi juga bisa kembali memajukan peradaban Islam,” pungkas Prof. H. Toto. (Zaki/Humas) Foto: Zaki/Humas
DWP UIN Surakarta Matangkan Program 2026, Perkuat Pemberdayaan dan Kemanusiaan
21 jam yang lalu - Umum