
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) kembali meluluskan wisudawan, baik program sarjana, magister, maupun doktoral. Pada wisuda ke-61 kali ini yang digelar pada Rabu (8/4/2026) di Gedung Graha, UIN Surakarta meluluskan sebanyak 748 wisudawan dari 5 fakultas dan 1 program pascasarjana. Adapun 5 fakultas tersebut adalah Fakultas Adab dan Bahasa (FAB), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD), Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan Fakultas Syariah (Fasya). Sementara itu, program pascasarjana meluluskan wisudawan dari program magister dan program doktoral.
Dari 748 wisudawan itu, FUD menjadi fakultas dengan lulusan terbanyak pada wisuda ke-61 ini, yaitu sebanyak 205 orang. Adapun FAB meluluskan 137 wisudawan dan FEBI sebanyak 121 wisudawan. Sementara itu, Fasya meluluskan 120 wisudawan dan FIT meluluskan 84 wisudawan. Lalu, untuk program magister, sebanyak 70 wisudawan lulus pada edisi ini dan 11 wisudawan lulus dari program doktoral. Jumlah ini lebih sedikit dari biasanya dan membuat wisuda dilaksanakan hanya satu hari.
Proses wisuda kali ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, yang sekaligus menjadi pemberi sambutan dan motivasi kepada seluruh wisudawan. Dalam sambutannya, Prof. Toto sempat menyinggung ucapan terkenal dari sosok Albert Einstein, yaitu, “Ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta”. Ia meminta kepada seluruh wisudawan untuk menyelaraskan antara sains dan agama. Selain itu, pendirian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di UIN Surakarta adalah salah satu bentuk implementasinya.

“Saya ingat dengan ungkapan dari Albert Einstein yang bunyinya seperti ini, ‘Ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta’. Ini adalah ungkapan yang sesuai dengan kita saat ini. Kita harus menyelaraskan antara agama dan sains. Begitu juga dengan pendirian Fakultas Saintek ini merupakan salah satu bentuk implementasi untuk menyelaraskan antara agama dan sains di kampus kita tercinta ini,” ujar Rektor.
Selain itu, Prof. Toto juga menyampaikan bahwa pentingnya hidden curriculum dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran saat ini tidak hanya terbatas di kelas, tetapi juga harus diimbangi dengan kegiatan sosial, seperti berorganisasi, bersosialisasi, dan bergulat dengan buku-buku di perpustakaan. Oleh karena itu, seluruh wisudawan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan secara kognitif, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik.
“Dalam proses pembelajaran itu ada yang namanya hidden curriculum, ini adalah kurikulum yang tidak hanya duduk di dalam kelas dan memahami pelajaran yang diberikan. Namun, mahasiswa harus bisa berorganisasi, bersosialisasi, dan bergulat dengan buku-buku perpustakaan. Inilah yang perlu ditingkatkan nantinya. Jadi, ketika lulus nanti wisudawan UIN Surakarta tidak hanya memiliki kemampuan secara kognitif, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik,” pungkasnya. (Editor: Zaki) Foto: Mastr/Dand/Ang/Zaki/Ded/Nug
100 Calon Mahasiswa Internasional UIN Surakarta Lolos Tahap Akhir Seleksi
17 jam yang lalu - Umum