
UIN SURAKARTA - Memenuhi apa yang telah disepakati sebagai program besar institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yaitu Glokalisasi, UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menggelar kegiatan selama 3 hari di Yogyakarta. "Pak Rektor telah menyampaikan banyak hal tentang Glokalisasi dan LURIK" Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembagaan Kelembagaan Dr. Zainul Abas mengawali sambutannya. "Kita semua berkumpul di tempat ini untuk merumuskan lebih tajam terkait Glokalisasi dan LURIK" sambungnya. WR I meminta agar Glokalisasi dan LURIK ditinjau dari berbagai aspek, baik berbasis filsafat, studi Islam, dan implementasinya, "Mohon kita bisa fokus untuk meninjau berdasarkan basis filsafat, basis studi Islam, dan implementasinya secara riil di dunia nyata maupun di dunia digital."
"Disamping itu kita akan memperbincangkan secara serius termasuk hubungannya dengan dunia usaha dan dunia industri" imbuh WR I. Oleh karenanya, WR I berharap seluruh peserta kegiatan ini bisa menyelesaikan seluruh rangkain kegiatan ini sehingga bisa menghasilkan kesimpulan yang akan menjadi pegangan dalam menentukan arah pengembangan satu-satu kampus Islam negeri yang ada di wilayah Solo raya (Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, dan Wonogiri. "Kehadiran bapak dan ibu semua mempunyai andil yang besar dalam menentukan arah kampus ini ke depan" lanjut Abas.
Para peserta yang tergabung dalam 5 group akan mengikuti kegiatan Pengembangan Perumusan Paradigma Glokalisasi dan LURIK selama 3 hari mulai malam ini (Jum'at, 21/11/2025) hingga Minggu (23/11/2025). Para peserta yang terdiri dari para Rektor dan jajaran pimpinan rektorat, Dekan dan para dosen, serta tenaga kependidikan hingga pejabat fungsional tertentu. Kegiatan yang dilangsung di salah satu hotel ini juga dihadiri oleh para Dewas (Dewan Pengawas) BLU (Badan Layanan Umum) UIN Surakarta.

Dalam sambutannya sebelum pembukaan kegiatan ini secara resmi oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Rektor UIN Surakarta Prof. Toto Suharto menyinggung kondisi sekarang ini, "Saat ini kita itu menuju ke internasional sesuai RIP". Rektor menjelaskan bahwa sesuai dengan RIP (Rencana Induk Pengembangan), saat ini UIN Surakarta sedang berproses di fase TULODHO (respectfullness). Dalam fase ini, salah satu cirinya adalah menuju pemeringkatan internasional. Oleh karena ini Rektor berharap agar seluruh sivitas akademika bisa terus berkontribusi menuju tercapainya cita-cita yang telah ditetapkan.
"Kita sudah punya program namanya Glokal dan caranya dengan LURIK" tegas Rektor. "Kita sudah punya paradigma kampus Glokal, namun ini perlu semakin ditajamkan !" lanjutnya. Terkait dengan kampus glokal yang dimaksud, Rektor mempersilahkan seluruh peserta untuk memperbanyak studinya di berbagai jurnal dan sumber. "Setelah melantik pejabat struktural, sudah saya sampaikan di WA agar seluruh pimpinan menyiapkan program-program terbaiknya" sambung Rektor.
Rektor juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan LURIK yang merupakan akronim dari Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif; adalah sebagaimana yang telah tersebut di web kampus. Menurut Rektor, LURIK adalah cara yang ditetapkan untuk mencapai cita-cita Glokalisasi. Dengan kata lain, LURIK adalah semboyan kinerja dalam masa kepemimpinannya. "Ide LURIK muncul sebelum melantik yang dilahirkan dalam pidato panca amanat (5 amanat)". Menutup sambutannya, Rektor berharap agar terus bergerak mencapai tujuan yang telah ditetapkan, "Kerja pelan-pelan nggak apa-apa yang penting kerja berdampak." (Tris/Humas) Foto : Mastr/Nugroho