UINSURAKARTA- Workshop Pengembangan Kurikulum yang diselenggarakan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta berlangsung pada Senin hingga Rabu, 18–20 Mei 2026 bertempat di The Sunan Hotel Solo. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Wakil Rektor I PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon, serta sivitas akademika UIN Surakarta sebagai bagian dari upaya penguatan dan pengembangan kurikulum perguruan tinggi berbasis mutu dan kebutuhan zaman.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, yakni Prof. Dr. Dra. Hj. Khurul Wardati, M.Si, Murdiyah Hayati, M.M., Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Zeiburhanus Saleh, S.S., M.Pd.. Para narasumber memberikan penguatan terkait arah pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), integrasi keilmuan, serta strategi peningkatan mutu program studi menuju standar akreditasi internasional.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum merupakan tindak lanjut atas kebutuhan penyesuaian kurikulum yang telah ditetapkan sejak tahun 2024. Kurikulum tersebut merupakan implementasi dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, yang kemudian disempurnakan melalui hadirnya Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum yang saat ini diterapkan telah dirancang berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan mengacu pada regulasi dan referensi yang berlaku saat penyusunannya. Selain itu, penyesuaian kurikulum juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan akreditasi internasional ACQUIN yang tengah dipersiapkan oleh UIN Surakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainul Abas menegaskan bahwa pada hakikatnya pemilik kurikulum adalah masing-masing program studi. Oleh karena itu, ”Proses pengembangan dan penyesuaian kurikulum perlu melibatkan peran aktif program studi sesuai kebutuhan dan karakteristik keilmuan masing-masing agar kurikulum yang dihasilkan lebih relevan, adaptif, dan berdaya saing”.ujarnya
Sementara itu, Rektor Prof. Dr. H. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk kepentingan pengembangan program studi. Para Ketua Program Studi diharapkan dapat mencermati berbagai aspek yang perlu dikembangkan dan disesuaikan dalam kurikulum masing-masing program studi guna menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Rektor juga menjelaskan mengenai munculnya rumpun ilmu agama melalui gagasan integrasi keilmuan yang dikembangkan oleh Azyumardi Azra dan para pemikir pendidikan Islam lainnya. Konsep integrasi tersebut meliputi integrasi metodis, yaitu penggabungan kajian keislaman dengan ilmu lain dalam pendekatan dan metode penelitian; integrasi substansial, yakni penggabungan Studi Islam dengan disiplin ilmu lain seperti robotika maupun psikologi Islam; serta integrasi etis, yaitu integrasi ilmu umum dengan norma dan nilai sosial-keagamaan sebagaimana telah dilakukan para ulama terdahulu.
Dalam penjelasannya, Rektor turut menyinggung tokoh ulama Jalal al-Din al-Suyuthi sebagai contoh penerapan integrasi etis, di mana ilmu kedokteran dan kesehatan dipadukan dengan aspek spiritual melalui dzikir dan nilai-nilai keagamaan. Lebih lanjut disampaikan bahwa sebanyak 24 program studi diajukan untuk mengikuti akreditasi ACQUIN. Untuk mendukung proses tersebut, UIN Surakarta memiliki 18 asesor internal yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebelum pelaksanaan asesmen pada program studi lainnya. Oleh karena itu, koordinasi antara dekan dan asesor internal dinilai sangat penting dalam memperkuat proses akreditasi program studi.
Rektor juga menekankan pentingnya Scientific Vision sebagai arah pengembangan keilmuan masa depan yang terintegrasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). “Konsep “LURIK” dimaknai sebagai upaya mewujudkan program studi unggul melalui penguatan excellence dan distinction sebagai identitas serta keunggulan khas masing-masing program studi”.ujarnya
Selain itu, pengembangan program studi diarahkan agar mampu memenuhi standar berbagai lembaga akreditasi, baik nasional maupun internasional, seperti BAN-PT, LAM, ACQUIN, maupun AACSB. “Keilmuan program studi diharapkan tidak hanya berfokus pada disiplin ilmu utama, tetapi juga mampu mengintegrasikan future skills sebagaimana dikembangkan oleh berbagai pemikir pendidikan modern, salah satunya Perttu Polonen”.ujarnya.
Dalam pengembangan ke depan, setiap program studi juga didorong untuk memiliki pohon keilmuan yang jelas, terarah, dan memiliki kekhasan dibandingkan program studi sejenis di luar UIN. Penguatan digitalisasi tata kelola program studi turut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kelembagaan dan peningkatan mutu akademik.Pada workshop tersebut juga disampaikan beberapa poin penting terkait insersi mata kuliah dalam pengembangan kurikulum, di antaranya peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, serta pendidikan anti-korupsi sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai kebangsaan dalam pendidikan tinggi. (Editor: Deddy/Zak) Foto: Nug/Dand