
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus berupaya untuk memperkuat jaringan internasional. Kali ini, rencana UIN Surakarta untuk memperkuat jaringan internasional dalam rangka internasionalisasi kampus adalah dengan mengirimkan para mahasiswa ke luar negeri. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III (WR III) Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Abdulloh Faishol, dalam acara seminar International Student and Lecturer Mobilty di Ruang Theatre Lt. 2 Gedung SBSN pada Kamis (18/9/2025).
Dalam pernyataannya, WR III berencana untuk menggencarkan program pertukaran mahasiswa UIN Surakarta ke luar negeri. Sampai saat ini, ada dua negara yang direncanakan akan menjadi tujuan program tersebut, yaitu Malaysia dan Thailand. Akan tetapi, Dr. Faishol tetap berniat untuk menambah jumlah negara yang akan menjadi tujuan pertukaran mahasiswa. WR yang sering disapa Abah ini juga menyambut kedatangan para mahasiswa mancanegara yang tahun ini diterima di UIN Surakarta.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa mancanegara yang telah diterima untuk belajar di UIN Surakarta. Ada dari Tajikistan, Pakistan, Filipina, Gambia, dan Thailand juga ya. Ya, untuk yang lain, Insya Allah nanti kita akan segera mengadakan pertukuaran mahasiswa ke dua negara, yaitu Malaysia dan Thailand. Manfaatkan ini sebaik mungkin, mumpung belum lulus, segera daftar,” ucap Abah.
Selain sambutan dari Abah, ada dua pembicara yang juga diundang dalam kegiatan ini, yaitu Muhammad Yazid, Lc., yang merupakan mantan staf Kedutaan Besar Indonesia untuk Tunisia, dan Eko Nur Cahyo, Ph.D. dari Gontor. Kedua narasumber tersebut menjelaskan tentang pengalaman dan lika-liku bagaimana proses pertukaran mahasiswa ke luar negeri serta kedatangan mahasiswa mancanegara yang ingin berkuliah di Indonesia. (Zaki/Humas) Foto: Zaki