
UIN SURAKARTA - Bertajuk International Student and Lecturer Mobility, UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menggelar seminar internasional dengan menghadirkan para pembicara dari akademisi. Para pembicara yang hadir meliputi praktisi dari kampus di Jawa Barat dan kampus di Jawa Timur. Adalah Muhammad Yazid, Lc. dan Eko Nur Cahyo, Ph.D. yang keduanya diundang karena kepakarannya di bidang kerjasama internasional antar kampus. Seminar yang berlangsung selama sehari (Kamis, 18/9/2025) di Ruang Teater Gedung SBSN komplek UIN Surakarta kampus Pucangan Kartasura ini berlangsung dengan santai namun penuh bobot di dalamnya. Para peserta yang hadir adalah para dosen dan mahasiswa yang berasal dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di UIN Surakarta.
Para pemateri menjelaskan tentang pentingnya program mobilitas internasional bagi mahasiswa dan dosen dalam memperkuat daya saing global perguruan tinggi Islam di era modern. Menurut mereka program mobilitas bukan hanya tentang pertukaran akademik, tetapi juga membangun jembatan diplomasi, budaya, dan kolaborasi riset lintas negara. Dalam kesempatan tersebut, para pemateri juga memaparkan berbagai bentuk kerja sama internasional yang bisa dijalankan seperti program dual degree dengan universitas luar negeri, pertukaran mahasiswa melalui program dari Kementerian Agama, program riset bersama, serta kegiatan fellowship dan konferensi internasional. Selain itu, kampus juga bisa menjalin kemitraan strategis dengan lembaga seperti Fulbright Specialist Program, Australian Volunteers Program, dan sebagainya.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama; Dr. Abdullah Faisol, muncul pernyataan bahwa setiap kegiatan mobilitas harus berdampak, “Setiap kegiatan mobilitas harus memberikan dampak nyata: publikasi bersama, proyek riset, hingga kontribusi kebijakan." Oleh karenanya, Faisol menambahkan bahwa dirinya bersama para pimpinan kampus yang ada akan mendorong terus UIN Surakarta untuk tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi melangkah pada implementasi yang berkelanjutan. "Seminar internasional ini harus diselenggarakan untuk mensosialisasikan pentingnya Interational Mobility Program (IMP) bagi kampus UIN Surakarta" tambahnya.
Secara khusus WR III juga memberikan apresiasi khusus kepada para peserta yang hadir mengikuti seminar internasional ini. Melalui seminar ini diharapkan kampus UIN Surakarta semakin kuat dalam berjejaring baik dalam hal akademik, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat. Menutup pernyataannya, WR III berharap agar seluruh upaya yang telah dilakukan bisa menjadikan kampus UIN Surakarta unggul bukan hanya secara nasional akan tetapi juga secara internsional. (Tris/Humas) Foto : Frh/Istimewa