Loading...

Penguatan Moderasi Beragama, UIN Surakarta Datangkan Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed Solo

9 September 2025 11:11 WIB 392
Baca

UIN SURAKARTA- Surakarta yang terkenal dengan Ikon "Masjid Raya Syeikh Zayed Solo" nya ini adalah kota yang terkenal juga dengan praktek "Moderasi Beragama" nya. Perihal ini Kota Surakarta dan sekitarnya menjadi sangat ikonik dengan pandangan orang awam tentang praktek beragama. Kota Surakarta adalah kota yang isinya berbagai suku bangsa dan berbagai budaya yang bisa hidup berdampingan sejak lama. Untuk itulah, budaya saling menghormati dalam konsep moderasi beragama ini yang perlu terus dipertahankan bahkan dikembangkan di masyarakat awam saat ini. Selasa, (09/09/2025).

Foto: Dr. KH. Munajat, Ph.D., yang saat ini memegang tanggung jawab sebagai Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, hari ini, Selasa, (09/09/2025)

Dr. KH. Munajat, Ph.D., yang saat ini memegang tanggung jawab sebagai Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, hari ini, Selasa, (09/09/2025) didatangkan ke Universitas Islam Negeri (UIN Raden Mas Said) Surakarta untuk memberi kuliah umum di tengah-tengah mahasiswa Fakultas Syariah dengan tema "Penguatan Moderasi Beragama". Dr. Munajat memberikan penjelasan moderasi beragama kepada mahasiswa bahwa terorisme dan ekstrimisme berbasis kekerasan masih menjadi tantangan terbesar "Moderasi Beragama" saat ini", Ucapnya.

Foto bersama Dr. KH. Munajat, Ph.D., dan para peserta Penguatan Modeasi Beragama, Selasa, (09/09/2025)

Lebih jauh mengingatkan kepada para mahasiswa untuk selalu waspada terhadap orang maupun organisasi yang anti pancasila, karena berbagai lembaga survei mencatat bahwa ada 9-11% orang/ organisasi tersebut ingin mengganti Ideologi Pancasila. Sehingga kewaspadaan terhadap orang/ organisasi seperti ini perlu ditingkatkan dengan pengetahuan terhadap "Moderasi Beragama". 

Foto: Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. KH. Zainul Abas, M.Ag UIN Surakarta

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. KH. Zainul Abas, M.Ag mengatakan bahwa orang yang hidup dengan kacamatanya sendiri/ pandangan pemahamannya sendiri hanya akan melihat dari sisi pandangnya yang kaku, dan jarang melihat keadaan lingkungan sekitar. Biasa mengucap saya kan sudah moderasi, saya kan sudah beragama tapi akan jarang melihat prakteknya dia dalam moderasi beragama", Imbuhnya. Selasa, (09/09/2025). (Nug/ Humas) Foto: Nug/DD/Rozak)