

UIN SURAKARTA - Ibadah haji 2025 sudah memasuki fase terakhir, ditandai gelombang jemaah haji telah mulai menjalani perpulangan ke tanah air. Semua hal yang dilakukan para petugas dalam melayani tamu Alloh sejak dari persiapan sebelum masuk di embarkasi hingga berangkat dan selama beribadah di tanah suci sampai akhirnya pulang kembali ke tanah air, mendapat pujian dari berbagai kalangan baik di dalam dan luar negeri.
Secara terbuka di tanah suci, Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar telah mengumumkan bahwa puncak ibadah haji yang dikenal dengan istilah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) telah selesai dan dinyatakan berjalan dengan baik. "Alhamdulillah saya telah menyaksikan sendiri bahwa armuza telah berjalan dengan baik" ungkap Rektor Universitas Islam Negeri Surakarta (UIN Surakarta) Prof. Toto Suharto melalui komunikasi dengan Tim Humas. "Seandainya toh ada sedikit kekurangan di beberapa hal, masih wajar karena adanya beberapa aturan dari Pemerintah Arab Saudi yang baru dan pertama kali diterapkan pada musim haji tahun ini" lanjut Prof. Toto. Dirinya menjelaskan bahwa salah satu yang menjadi catatan dari pelaksanaan ibadah haji tahun ini adalah adanya pelibatan delapan syarikah yang mengurusi kebutuhan jamaah selama di tanah suci. Tentu saja, lanjut Prof. Toto, aturan pelibatan delapan syarikah itu menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggaraan haji 1446 H ini.

"Dari hati saya yang terdalam, saya bersyukur bahwa seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2025 bisa dikatakan telah selesai. Tak lupa saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Amirulhaj Prof. Nasarudin Umar" tandas Prof. Toto. Pada kesempatan penyelenggaraan haji tahun ini, Rektor UIN Surakarta dan beberapa pimpinan PTKIN mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari petugas haji di tanah suci. Dirinya juga menjelaskan beberapa yang telah dilakukan Amirulhaj selama di tanah suci, salah satunya adalah turun langsung ikut mengurai kemacetan jamaah haji yang kesulitan akan melanjutkan perjalanan saat prosesi. "Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari petugas haji di tahun ini, sekaligus melihat secara langsung keteladanan dari Amirulhaj selama di tanah suci" ungkapnya dengan gembira.
"Mengulang dari apa yang telah disampaikan oleh Prof Menag, saya perlu sampaikan bahwa setidaknya ada beberapa hal yang menjadi kebaikan dibanding dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, yaitu menurunnya biaya perjalanan haji, pelibatan delapan syarikah yang ada bagaimanapun juga merupakan bagian dari skema penyelenggaraan ibadah haji yang mencegah berkembangnya praktik monopoli, penyembelihan dam melalui program adahi yang melibatkan lembaga di Mekah dan Baznas di tanah air, serta peningkatan ekosistem haji seperti penyediaan bumbu masak dari nunsantara yang cukup signifikan" lanjut Prof. Toto. Dirinya juga menyatakan bahwa tentu saja itu semua harus perlu dukungan yang baik sejak persiapan, "Dukungan sejak persiapan sangat luar biasa, salah satunya adalah adanya Hajj Command Center yang merupakan pusat dukungan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari data jemaah haji, data administrasi, pergerakan jemaah dari Indonesia dan Arab Saudi dan kepulangan data kepulangan, hingga data kondisi jemaah. "Semoga segala kebaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi seluruh umat Islam di manapun berada dan bisa lebih ditingkatkan lagi pada tahun-tahun berikutnya" pungkas Prof. Toto seraya memberikan sekilas informasi bahwa saat ini dirinya sudah berada di tanah air dan menunggu jadwal kepulangan ke Jawa Tengah. (Tris/Humas) Foto : HKP/PHU/Istimewa