UIN SURAKARTA- Mahasiswa Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta gelar studi budaya ke Kawasan Puncak Dieng Jawa Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan sejak hari Jumat lalu, (12/09/2025). Kegiatan ini akan berakhir sampai hari Sabtu, (13/09/2025). Jumat-Sabtu, (12-13/09/2025). Acara ini digelar dalam rangka memperdalam wawasan lintas budaya dan memperkenalkan keunikan tradisi lokal yang melekat erat dengan alam dan sejarah masyarakat Dieng, Jawa Tengah.

Studi budaya ini, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai yang berkelanjutan dalam hal melestarikan alam, yakni memperkaya pengalaman akademik dan budaya personal. UIN Surakarta melalui Pusat Hubungan Internasional dan unit kemahasiswaan sebagai penerjemah budaya, dan pengantar bahasa komunikasi lokal tentu yang menjadi pengarah selama kegiatan berlangsung. Selain itu, mahasiswa diberikan arahan sebelum dan refleksi setelah perjalanan agar pembelajaran dapat dipahami secara maksimal.
Bapak Dr. KH. Abd. Faisol, M.Hum selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama memberikan sambutan dan membuka acara. Harapannya, program ini bisa dijadikan agenda rutin, dengan cakupan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak mahasiswa dari berbagai negara, serta penguatan kolaborasi dengan masyarakat lokal untuk pelestarian budaya dan lingkungan. Selain itu, Muhammad Aprianto, yang didatangkan sebagai sumber informasi, juga memaparkan memaparkan terkait ritual Khas Dieng dengan Suku Etniknya. Juga perbedaan-perbedaan antara Surakarta dan Kartasura. Karena Kampus UIN Surakarta adalah kampus yang berada di area Kartasura, meskipun Kartasura bukan bagian dari Kota Surakarta. Kota Surakarta bukan Kartasura meskipun punya Keraton masing-masing yang berbeda.

Kegiatan ini mendapatkan dampak yang positif untuk pengalaman mahasiswa asing. Mereka lebih banyak melihat alam yang terbentang di Kawasan Dieng sebagai pengalaman yang baru. Mereka melihat Kawasan Dieng sebagai bagian alam Indonesia. Mereka pun sangat antusias dan mendukung studi budaya semacam ini dilakukan tidak hanya 1x dalam 1 tahun. Namun, perlu diketahui bahwa adabtasi semacam ini perlu dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran. Mereka mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan tim yang telah memberikan kegiatan studi budaya ini. (Nug/Humas) Foto: Mhs Asing