Loading...

Lewat Panggung Dunia, Sekjen Kemenag RI Unggulkan Keragaman Agama di Indonesia

8 September 2025 14:33 WIB 264
Baca

UIN SURAKARTA – Nama Indonesia kembali harum dalam Pertemuan Pemimpin Agama Komunitas Muslim negara-negara anggota BRICS. Acara tersebut digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada Kamis (4/9/2025). Dalam forum strategis ini, Indonesia memiliki misi untuk memperkuat diplomasi keagamaan di kancah internasional. Delegasi Indonesia langsung dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen Kemenag RI), Prof. Kamaruddin Amin. Ada 10 negara yang ikut dalam pertemuan antartokoh agama ini, yaitu Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Prof. Kamaruddin ikut menyampaikan sedikit materi dalam forum ini mengenai pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman, khususnya dalam hal beragama. Sekjen Kemanag RI menyampaikan bahwa Indonesia berhasil membangun negara yang moderat dan toleran berkat adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan dasar negara Pancasila. “Indonesia mampu dan cakap dalam menjaga keberagamannya. Masyarakatnya yang penuh warna dapat terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam keragaman agama dan keyakinan, pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang moderat dan toleran," ujarnya.

Selain menyampaikan pengalaman Indonesia dalam mengelola keragaman agama di Indonesia, Prof. Kamaruddin juga mengajukan lima inisiatif strategis sebagai kontribusi Indonesia bagi BRICS, yaitu:

  1. Membangun Pusat Pengetahuan Islam BRICS, sebuah platform daring untuk berbagi hasil penelitian keislaman sekaligus menjadi laboratorium virtual bagi ulama, akademisi, dan intelektual.
  2. Program Pertukaran Ulama Muda, berupa beasiswa satu tahun yang memungkinkan ulama atau sarjana muda berotasi di negara-negara BRICS.
  3. Kemitraan Zakat dan Wakaf BRICS dengan mengintegrasikan zakat, wakaf, dan CSR guna memaksimalkan potensi filantropi.
  4. Inisiatif Ekoteologi, Ketahanan Pangan, dan Halal melalui riset kolaboratif tentang restorasi lahan, konservasi air, serta pertanian halal berkelanjutan.
  5. Festival Budaya Jalur Sutra Spiritual (Spiritual Silk Road) yang menampilkan seni Islam, kuliner halal, dan warisan budaya sebagai sarana memperkuat diplomasi budaya.

Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, mendukung penuh lima inisiatif yang disampaikan oleh Sekjen Kemenag RI dalam forum tersebut. Menurutnya, lima inisiatif ini akan menjadi kontribusi nyata bagi Indonesia dalam memperkuat pondasi moral, kolaborasi negara, dan perdamaian serta kesejahteraan secara global. “Lima inisiatif dari Prof. Kamaruddin ini sejalan dengan apa yang sedang diusahakan oleh UIN Surakarta, yakni Glokalisasi. Oleh karena itu, UIN Surakarta mendukung penuh lima inisiatif yang  disampaikan oleh Sekjen Kemenag RI di forum BRICS. Semoga ini menjadi langkah baik bagi Indonesia dalam mewujudkan diplomasi agama di kancah dunia,” ujarnya. (Zaki/Humas) Foto: HDI/Istimewa