
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus menjalin hubungan dan kerja sama berskala internasional. Salah satu implementasi kerja sama yang dilakukan adalah dengan mengadakan kuliah tamu internasional. Kali ini, UIN Surakarta mengundang dosen tamu dari Kütahya Dumlupınar University, Turkiye, yaitu Assoc. Prof. Dr. Burcu Gökgöz Kurt. Kuliah tamu internasional ini digelar pada Kamis (16/4/2026) secara daring via aplikasi Zoom Meeting.
Kuliah tamu yang mengangkat materi berjudul “Teaching Generation Alpha Learners in the Contemporary ELT Context” ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Surakarta. Dalam materi yang disampaikan, Burcu menyampaikan bahwa karakteristik generasi Alpha jelas berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka lahir dan tumbuh dalam ekosistem digital yang sudah mapan seperti saat ini. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi sangat diperlukan.

“Generasi Alpha memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital yang saat ini bertumbuh sangat cepat, bahkan sudah mapan seperti saat ini. Oleh karena itu, kita selaku pengajar sudah semestinya menyesuaikan diri dengan kondisi ini. Pengajaran yang menitikberatkan pada inovasi, adaptasi, dan berbasis teknologi jelas harus kita utamakan,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu dengan mengundang dosen dari luar negeri adalah langkah awal kampus menuju glokalisasi. Ia berharap agar kuliah-kuliah serupa bisa digelar untuk memperluas wawasan dan cara pandang para mahasiswa tentang dunia global yang saat ini sudah pasti harus diikuti perkembangannya. Terlebih lagi, dunia saat ini sudah tidak memiliki sekat antarnegara.

“Kegiatan kuliah tamu dengan mendatangkan dosen dari luar negeri seperti ini sebenarnya merupakan langkah awal yang baik bagi kita untuk menerapkan glokalisasi di kampus. Ini juga bisa membuat mahasiswa memiliki wawasan dan cara pandang yang lebih luas, jadi kuliah serupa seharusnya terus digelar di prodi atau fakultas lain. Sekarang dunia ini tidak memiliki sekat sama sekali, jadi kita harus mau tidak mau mengikuti perkembangannya,” ujar Rektor ketika dihubungi Tim Humas. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Istimewa
100 Calon Mahasiswa Internasional UIN Surakarta Lolos Tahap Akhir Seleksi
18 jam yang lalu - Umum