Loading...

Kembangkan Softskill Mahasiswa, UIN Surakarta Gandeng BRIN

21 April 2026 15:12 WIB 44
Baca

UIN SURAKARTA – Upaya pengembangan softskill mahasiswa terus diupayakan sebagai fasilitas oleh Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Salah satu caranya adalah dengan menggelar berbagai seminar di luar perkuliahan. Kali ini, UIN Surakarta menggelar kegiatan Seminar Pengembangan Softskill Mahasiswa dengan tema “Signifikasi Arkeologi dalam Kajian Sejarah Peradaban Islam Indonesia”. Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam (Prodi SPI) Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) pada Selasa (21/4/2026) di Aula Yosodipuro Gedung FAB Lantai 4.

UIN Surakarta menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber yang diwakili oleh Dr. Retno Purwanti dalam kegiatan ini. Acara seminar dibuka langsung oleh Dekan FAB, Prof. Imam Makruf, yang mewakili jajaran pimpinan UIN Surakarta. Dalam sambutannya, Prof. Imam menyampaikan bahwa mahasiswa harus memperluas cara pandangnya dalam memahami sejarah. Sumber tertulis dinilai tidak cukup untuk mempelajari sejarah Islam, tetapi juga harus didukung  oleh bukti material.

“Kegiatan ini tentu menjadi salah satu upaya bagi mahasiswa untuk memperluas pandangan. Dalam mempelajari sejarah Islam, sumber tertulis itu tidak cukup, kita juga harus mempelajari bukti-bukti materialnya, misal artefak, situs, atau bukti-bukti material lainnya. Dengan demikian, kita bisa belajar sejarah Islam dengan komprehensif,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BRIN. Menurutnya, kegiatan-kegiatan kolaborasi seperti ini harus dilakukan juga oleh prodi maupun fakultas lainnya. Dengan demikian, para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan UIN Surakarta bisa terus meningkatkan softskill mereka.

“Alhamdulillah, seminar seperti ini memang sangat penting, apalagi berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap prodi dan fakultas lain bisa meniru kegiatan ini karena akan mampu meningkatkan softskill, tidak hanya mahasiswa, tetapi mungkin juga dosen atau tenaga kependidikan di kampus ini,” ujar Rektor saat dihubungi Tim Humas lewat pesang singkat.

Selaku narasumber, Dr. Retno menyampaikan berbagai materi, yaitu  peran strategis arkeologi dalam merekonstruksi sejarah peradaban Islam. Artefak, situs, dan struktur bangunan bisa menjadi sumber material penting dalam memahami dinamika sosial, budaya, dan keagamaan di masa lalu. Lalu, para mahasiswa juga diajari tentang teknik dasar penelitian arkeologi, mulai dari identifikasi temuan hingga penafsiran kontekstual yang relevan dengan kajian sejarah Islam. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Istimewa